Seberapa banyak anda mengucapkan nama-nama kota kecil di kota giri dengan lafal yang benar-benar betul. Misalnya: “Benjeng, Duduksampeyan, Driyorejo, Bungah, Dukun”. Dalam perbincangan bahasa cangkrukan sehari-hari kata tersebut pasti ada embel-embel atau penekanan didepannya, menjadi “Mbenjeng, Nduduk, Ndriyo, Mbungah, Ndukun”, iyo toh…
Tapi yang lebih unik (parah) adalah orang-orang mengucapkan kota pudak ini, Gresik menjadi “NGGERSIK”… Hanya dalam acara-acara resmi saja, Gresik diucapkan dengan benar. Kalau masuk dalam perbincangan bahasa sehari-hari dan cangkrukan warung kopi, kata gresik kalau tidak dilafalkan “ngggersik” barangkali nggak mantap.
Walaupun tidak sesuai dengan kaidah EYD, toh tidak masalah, yang penting lawan bicara anda mengerti dengan apa yang anda maksudkan. Kalau sampeyan sampai hari ini masih terbiasa melafalkan Nggersik atau Mbenjeng…. Berarti anda memang benar-benar aseli wong nggersik…

Komentar Terakhir