Banjir Benjeng dan Kopi Plus Gorengan

Banjir Benjeng sumbernya dari luapan Kali Lamong. Sungai ini hilirnya berada di wilayah Jombang, Lamongan, melewati wilayah Mojokerto, Balongpanggang, Benjeng hingga bermuara di teluk Lamong Gresik.

Kali Lamong melintasi 8 desa di wilayah Kecamatan Benjeng bagian selatan. Mulai dari Lundo, Sedapurklagen, Deliksumber, Munggugianti, Bulangkulon, Bengkelolor, Bulurejo dan Gluranploso.

Banjir Benjeng bisa dikatakan “banjir kiriman.” Meskipun di wilayah Benjeng tidak ada hujan, tapi jika di hilirnya hujan deras dengan durasi lama, maka wilayah Benjeng terkena dampak yang parah. Dari 23 desa, rata-rata separuhnya terdampak banjir. Banjir paling besar hanya menyisakan 5 desa Kecamatan sebelah utara yang bebas banjir.

Datangnya banjir dimulai dari Desa Sedapurklagen. Mengalir ke timur dan utara menggenangi Dusun Lumpang Sedapurklagen, Desa Deliksumber, Desa Kedungrukem, Desa Munggugianti, Kantor Kecamatan dan Muspika hingga Pasar Benjeng. Selain itu desa yang berada di aliran Kali Lamong sudah pasti terkena banjir juga. Yaitu Desa Lundo, Desa Bulangkulon, Desa Bengkelolor dan Desa Gluranploso.

Banjir pagi hari di Sedapurklagen sampai ke wilayah Kecamatan Benjeng pada sore hari, kira2 kurang lebih butuh waktu 6 jam, dengan catatan air datangnya konstan/konsisten. Jika hanya beberapa jam saja air di Kali Lamong surut, banjir biasanya sampai di Desa Deliksumber dan atau Kedungrukem.

Semua desa di atas yang terkena banjir berada sebelah selatan jalan raya/kabupaten. Jika banjir semakin besar, banjir meluap ke utara. desa2 di sebelah utara jalan raya/kabupaten akan terdampak. Air “menyeberang” di beberapa titik: Ngablak Kedungrukem, PLN Munggugianti, Lapangan Benjeng, Perempatan Pasar Benjeng. Wilayah utara yang terkena banjir Desa Kalipadang Gesing, Desa Sirnoboyo Perumahan Batara, Desa Bulurejo Benjeng Nyanyat, Desa Dermo, Desa Klampok, Desa Kedungsekar, Desa Karangankidul, Desa Munggugebang.

Dampak banjir akses jalan desa dan jalan kabupaten lumpuh. Sawah tergenang, bisa berakibat gagal panen. Rumah, jalan lingkungan, sekolah, gedung pemerintahan dan sarana prasarana umum lainnya terendam, aktifitas masyarakat terganggu.

Dan ketika banjir mulai datang semua orang bisa pulang lebih cepat menghindari banjir, maka staf dan pegawai Kecamatan Benjeng justru harus bertahan dan menunggu banjir sampai surut. Standby siaga, membuka posko bencana banjir. Koordinasi dan berbagi informasi. Membuat laporan banjir untuk Bapak Bupati dan instansi lain yang terkait, juga media yang meliput saat peristiwa banjir tahunan.

Inilah loyalitas, pengabdian dan dedikasi kami. Namun begitu di tengah kerelaan kami saat bertugas siaga bencana banjir, entah datang darimana selalu saja ada di meja kami, kopi hangat dan gorengan… 😀😀😀

Iklan

4 Responses to “Banjir Benjeng dan Kopi Plus Gorengan”


  1. 1 bantherteam Maret 5, 2017 pukul 12:18 pm

    Rong ewu Pitulas Iki tambah nemen soale rendeng terus..

  2. 2 Andika Sevenfold Mei 31, 2017 pukul 9:13 am

    hampir hanyut, pas mulih kerja lewat klampok.

  3. 3 ILYAS AFSOH Juli 13, 2017 pukul 3:09 pm

    SOlusi Nyata nya Piye Cak?

  4. 4 ptbjrsby Juli 24, 2017 pukul 7:50 am

    Mantab infonya, ijin naruh jejak ya bro

    Perumahan Syariah Surabaya, bebas RIBA, bebas DENDA, dan Bebas SITA
    silahkan kilik link dibawah ini untuk info lebih lanjut
    http://perumahansyariahsurabaya.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: