Archive for the 'gresik, nggersik-an' Category

Keri Cak…

Jaman dahulu kala, tersebutlah sepasang pengantin baru yang dilanda asmara. Di sebuah desa kecil yang damai, dikelilingi hutan yang masih belum banyak dijamah manusia. Hanya suara-suara burung dan binatang hutan, menambah syahdunya dua anak muda yang sedang bercengkrama di bawah pohon bambu yang rindang.

Dua anak muda yang sedang dimabuk cinta, tidak menghiraukan keluarga yang lalu lalang sibuk dengan pekerjaan rumah tangga. Bagi pengantin baru, hari ini ibarat bulan madu, seperti cuti sebentar dari penat pekerjaan sawah ladang, atau menggembala ternak. Hari ini canda tawa, kasih mesra tiada bosan.

Terdengarlah tawa-tiwi, dan suara lirih namun tapi cukup jelas. Diantara suara burung dan hembusan angin sepoi, berkata sang gadis dengan mesra, “keri Cak…” Kata dalam bahasa jawa “keri Cak” berarti “geli abang”. Tidak jelas apa yang mereka lakukan, tapi bisa dibayangkan biasanya kalau urusan geli, besar kemungkinan karena ketiak dan telapak kaki. Mungkin mereka bermain siapa yang paling kuat tahan geli, ketika ketiak atau telapak kaki saling digelitik.

Gabungan dua kata, etimologi, “keri dan cak”, lambat laun menjadi Kricak. Akhirnya kondanglah desa kecil ini dengan sebutan Kricak. Dusun Kricak sendiri termasuk dalam pememrintahan Desa Karangankidul Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Sedangkan asal-usul sejarah nama Kricak dengan versi pengantin baru, adalah salah satu cerita rakyat yang berkembang di desa ini.

Versi lain dari asal-usul nama Kricak, adalah gabungan dari dua kata “keri nang incak”. Artinya “geli di telapak kaki”. Anda tahu sendiri jaman dahulu belum ada sandal, apalagi sepatu kets dan fantovel. Karena sering “nyeker” ndak pakai alas kaki, telapak kaki mereka tebal, sampai “kapalen”.

Desa ini banyak tanaman berduri, seperti bambu, klampis, dan lom. Dan jika rantingnya yang banyak duri tadi mengering dan patah, jatuh ke tanah, maka berserakanlah duri di mana-mana. Selain itu Mungkin juga dulu banyak batu kerikil kecil yang lancip.

Nah, bagi orang jaman dahulu, yang sudah biasa keluar masuk hutan, dengan kaki nyeker tanpa alas kaki, hingga telapak kaki tebal kapalen, maka ketika berjalan di atas tanah yang banyak durinya, tidak ada rasa sakit. Waktu berjalan, di telapak yang ada hanya rasa geli. Mungkin juga karena ilmu kanuragan orang jaman dahulu sangat hebat, sehingga duri tajam bagi mereka hanya Kricak, “keri nang incak…”

Anda punya versi lain cerita ini, silakan menambahkan, terima kasih, nedo nrimo…

Iklan

“Ngangsu Banyu Nang Ronjot”

Wilayah Benjeng dan balongpanggang terkenal dengan unen-unen “rendeng angel ndodok, ketigo angel cewok”. Yang artinya jika musim hujan susah duduk, karena sering banjir. Dan bila musim kemarau tiba susah cebok, karena sumber air mengering.

Iya, di wilayah Benjeng, sebagian wilayahnya sumber air tanahnya asin. Tandon air telaga sangat membantu menampung air. Meski begitu, jika musim kemarau agak lama, ditelaga pun habis. Warga mengungsi ke desa tetangga yang sumber air tanahnya bagus. Atau dengan terpaksa warga membeli air tanki dari sumber air gunung dan PDAM, yang perjrigennya lebih mahal daripada air PDAM yang dijual di kota.

Saat musim kemarau saat ini, warga Benjeng direpotkan dengan air bersih. Karena tandon air di kolam belakang (jublang) sudah mengering. Warga mulai mengambil air di telaga desa, kolam dengan volume air yang cukup besar, tapi tidak sebesar waduk. Biasanya jaraknya cukup jauh, sehingga harus di tempuh, minimal dengan sepeda ontel.

Siapkan ronjot kayu, naikkan di boncengan belakang sepeda, lalu taruh jrigen di atasnya, biasanya muat sampai 4-5 jrigen. Ada lagi ronjot yang lebih praktis, sebatang kayu sepanjang setengah meter, ditata melintang di boncengan belakang sepeda, lalu diikat yang kuat. Pegangan jrigen yang sudah diberi tali dicantolkan di ujung kiri dan kanan ronjot, sehingga posisinya di sampingkiri dan kanan roda belakang.

Telaga desa, khusus untuk air minum, tidak boleh digunakan mandi atau cuci, seperti kolam (jublang) di belakang rumah. Jika ingin menggunakan, warga cukup ambil air dengan jrigen lalu dibawa pulang ke rumah. Airnya relatif bersih daripada kolam belakang rumah. Lokasi telaga biasanya di luar pemukiman, sehingga cukup jauh, dan capek,  kalau dijangkau dengan jalan kaki.

Dirumah, penampungan air secara sederhana menggunakan genuk dari tanah liat. Setelah ngangsu (ambil air) beberapa kali, hingga genuk penuh air, dan beberapa timba untuk cuci kaki dan air wudlu. Mungkin, capeknya ngangsu mungkin setara dengan main bola di lapangan, artinya daripada main bola lebih baik ngangsu banyu…. 🙂

Konsumsi air banyak dihabiskan mandi dan cuci. Kalau untuk masak di dapur, tidak seberapa. Meski begitu saya berani jamin, kalau urusan mandi, sehari masih 2 kali, kalau ga percaya silakan cek bau badan wong benjeng, he2…

Nggacar (Tangkai) Kedelai

Mengenang masa kecil pada musim-musim seperti ini, peralihan musim hujan ke musim kemarau. Biasanya saat seperti ini petani sudah mulai panen kedelai. Orang tua kami memanen di sawahnya sendiri, atau bergantian menjadi buruh tani di sawah tetangga. Tangkai kedelai yang sudah berwarna coklat tua, daunnya mengering, dipotong satu-satu dengan sabit.

Hasil sabitan ditaruh dibelakang petani, dijajar bertumpuk, agar nanti mudah diangkut. Setelah selesai satu petak sawah, kemudian diangkut, petani membawa ikat, menumpuk tangkai kedelai menjadi satu ikat besar, lalu dipikul menuju sisi petak sawah. Ditaruh dan ditumpuk menjadi satu, seperti gunung kecil setinggi orang dewasa, hingga semuanya selesai. Lalu selanjutnya proses penggilingan/pemecahan kulit kedelai, menjadi butri-butir kedelai yang siap dijual.

Sedangkan anak-anak kecil seperti kami, bila musim panen kedelai, seusai sekolah kami mencari sawah yang sudah selesai dipanen, kemudian kami memungut sisa-sisa tangkai kedelai yang berceceran, kami menyebutnya nggacar. Tangkai kedelai sisa ini biasanya dari sabitan yang kurang cermat, dan ceceran pengangkutan ketika buruh tani mengangkut dengan pikul atau ikat pelepah pisang.

Setelah dapat satu ikat kecil, dibawa pulang. Lalu digeblok, tangkai kedelai dipukul dengan kayu sebesar lengan, hingga kulit kedelai pecah. Biji kedelai bercampur dengan debu dan kawul kulit kedelai, lalu dibersihkan hingga didapat butir-butir kedelai yang bersih. Rata-rata kami bisa mendapatkan 1/4 kg sampai 1/2 kg.

Biji kedelai kami jual, harganya pada waktu itu cukup wah…, karena kami tidak pernah punya uang sendiri sebanyak itu. Meski hasil keringat sendiri, sebagian uang kami berikan kepada orang tua, sisanya kami buat jajan dan saku sekolah esok hari.

Yuyu dan Sambel Trasi Ale

Saya lahir procot di alam ndeso, hingga gerang gaplok masih juga betah di sini. Mungkin salah satu yang membuat kerasan adalah makanan aneh yang tidak terdapat di daerah lain, di masa kecil saya. Berikut ini beberapa makanan unik yang masih bisa saya ingat.

Yuyu panggang sambal trasi dan Bobor Yuyu.
Yuyu adalah sejenis kepiting, hidup di air tawar. Di daerah Benjeng dan sekitarnya, kepiting kecil ini banyak dijumpai terutama di musim hujan. Yuyu termasuk binatang hama, karena memakan batang padi.

Masa kecil saya, yuyu sering kami masak menjadi menu “Yuyu Penyet”. Dengan sambal trasi, yuyu yang sudah dipanggang di pawon (dapur), dipenyet di sambel trasi plus kemangi. Bau yuyu panggang yang khas, menambah rasa sedapnya semakin matap.

Jika mendapat yuyu dalam jumlah yang banyak, emak biasanya memasak menjadi “Bobor Yuyu”. Ya, bobor sama dengan bubur, yuyu direbus, dikothok hingga mengental, lalu di kasih bumbu. Makan dengan nasi hangat dan ikan asin, bobor yuyu terasa mantap.

Sambal Trasi Ale

Sambal trasi di campur ale, rasanya khas. Kecambah ale dimasukkan air hangat supaya bau sedapnya terasa. Ale, kecambah dari tunas buah klampis. Awal musim hujan biasanya tumbuh liar di bawah pohon klampis yang banyak durinya.

Bobor Jagung

Jagung muda diiris, direbus, dikothok sampai mengental seperti bubur, lalu diberi bumbu. Karena jagung tanaman yang mudah didapat, maka hampir tiap hari kami makan bobor jagung ketika musim panen jagung di tempat kami di masa kecil dahulu.

Blendrang / Blothong

Sayur sisa, sayur kemarin yang tidak habis, direbus. Ditambah lagi sayur atau lauk sisa hari ini yang tidak habis, lalu direbus lagi. Dari berbagai sayuran dan lauk menjadi satu, maka terbentuklah blothong yang rasanya nano-nano…

Gimbal pohong

Terbuat dari parutan ubi kayu, di ulet dengan bumbu, lalu digoreng pipih. Bentuknya mirip dengan perkedel kentang.

Beberapa makanan di atas, saat ini sudah tidak pernah lagi saya cicipi. Namun begitu, saya masih kangen dengan makanan unik tersebut. Bagi Anda, ada yang berminat buka warung di Benjeng dengan menu makanan unik di atas? Saya pasti menjadi pelanggan pertama… 😀

Kuliner Benjeng

Perjalanan kemanapun jangan lupa sarapan dulu. Kalau tidak sempat, mampir dulu sebentar, ke warung makan. Kalau kebetulan mampir di Benjeng Gresik, banyak warung makan enak untuk dicoba. Di bawah ini beberapa yang bisa saya catat dan pernah saya cicipi. Terutama yang berada di jalan raya arteri.

Bakso Ati Kalisari
Depot bakso yang satu ini sangat terkenal sampai ke luar kota. Ketenarannya melebihi kesuwurnya Kecamatan Benjeng. Terletak di jalan raya Kedungrukem, namun orang-orang lebih senang menyebutnya Bakso Kalisari, karena letaknya memang lebih dekat menuju jalan masuk Kalisari daripada Kedungrukem.

Bakso yang satu ini terkenal karena ukurannya jumbo. Dan rasa dagingnya lebih terasa. Karena memang campuran daging lebih banyak. Dari tukang bakso se-Benjeng dan Balongngpanggang, Bakso Ati Kalisari campuran dagingnya paling tinggi. Info ini saya dapat dari tukang selep daging bakso langganan Bakso Ati Kalisari dan tukang bakso lainnya.

Ada nama Ati, dahulu memang ada campuran hati yang diiris kecil-kecil di pentolnya, namun sekarang sudah tidak lagi, hanya daging plus tepung kanji. Namun nama Bakso Ati sudah kadung popular dan menjadi brand tersendiri. Lokasi depot bakso sangat bagus, romantis, suasana alam sangat terasa, karena sekitarnya masih areal sawah.  Namun sekarang sudah banyak bangunan di sekitarnya.

Warung Nami Kedungrukem
Bagi yang suka soto jeroan dan rawon, warung Bu Nami Kedungrukem bisa menjadi pilihan. Jeroan menjadi makanan favorit wong Benjeng, yang notabene tiap harinya mengkonsumsi sayur mayur, seperti saya. Halaman parkir yang luas, warung ini sering dikunjungi sales-sales yang berkendara mobil boks.

Warung Bu Nami juga menjadi langganan pesanan nasi kotak untuk rapat dan kegiatan lain. Bu Nami juga sering menerima pesanan ayam panggang untuk tumpeng.

Depot Yayak Ngablak
Yang paling terkenal dari warung ini nasi bebek dan nasi goreng, rasanya enak. Selain juga menyediakan bakso. Warung ini cukup terkenal karena sudah sejak lama berdiri, mungkin menjadi pionir warung makan di Kecamatan Benjeng. Pak Yayak, yang punya warung, asli Tasikmalaya, mungkin itu menjadikan warungnya terkenal ,selain dari rasanya yang memang yahud.

Pecel Lele Cak Kentung
Cak Nur, pemilik warung, orangnya gendut seperti tokoh Kentung di sinetron Tuyul dan Mbakyul, makanya dijuluki Cak Kentung. Warung kecil ini terletak di Jalan Raya Benjeng sebelah telaga Benjeng.

Menu favoritnya, pecel lele, tempe penyet plus telur. Yang spesial bumbu uleknya yang mantap. Lauk dan bumbu disajikan di cowek, terpisah dari nasi panas di piring. Celup tangan di kobokan, makan muluk tanpa sendok, lebih terasa nikmatnya.

Warung Mbak Sri KUA
Di seberang Kantor Urusan Agama Benjeng, terdapat warung kecil bercat hijau. Menunya kare, sayur lodeh, dan sayur asem. Lauknya ayam goreng. Yang menarik, penyajian lauknya, ayam goreng, disajikan terpisah dari nasinya. Irisan ayam gorengnya besar, ditaruh di atas piring, pembeli bisa mengambil lauk sejumlah yang diinginkan.

Warung Mataji Pasar Benjeng
Terletak di stan Pasar Benjeng. Di papan nama tertulis Depot Maya, tapi orang lebih sering menyebutnya Depot Mataji. Menu favorit soto ayam, soto babat, bakso dan krengsengan. Warung ini sangat strategis berada di pusat bisnis, Pasar Benjeng.

Beberapa warung makan yang saya catat di atas, ini sebagian kecil yang saya tahu. Saya yakin masih banyak warung makan enak di Benjeng untuk dinikmati. Silakan menambahi catatan saya, terima kasih.

Calon Pegawai

Selasa Pon, bisa jadi menjadi hari baik anda. Hari ini, 21 Desember 2010, pengumuman hasil seleksi tes CPNS 2010 Kabupaten Gresik dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur sudah keluar. Melalui media internet, pengumuman sudah bisa diakses di website resmi Pemkab Gresik, www.gresik.go.id. Hari yang dinantikan ribuan pelamar CPNS, berharap namanya menjadi salah satu yang tertera di papan pengumuman.

Pendaftaran CPNS semakin mudah dan cepat. Hanya mengirim dokumen pendaftaran lewat pos, beberapa waktu kemudian pelamar sudah menerima surat balasan dari panitia rekrutmen CPNS. Tidak antri, ndak repot.

Daftarnya sih gampang, yang agak repot melengkapi berkas pendaftaran. Mulai dari legalisir KTP, ijasah, dan lain-lain. Apalagi kalau kantor/tempat yang dimintai urusan berkas yang bersangkutan lumayan jauh, wah perlu semangat 45. Atau kalau lagi malas, nitip berkas ke teman saja kalau ada.

Hari ini, ‘perjuangan 45’ sebagian kecil pelamar CPNS tergantikan dengan perasaan bahagia, karena namanya tercantum dalam daftar lulus seleksi CPNS. Harapan yang terkabulkan, kadang menjadi kejutan yang tak terduga. Menjadi bagian sejarah yang tidak akan terlupa sepanjang perjalanan hidupnya.

Sebagian besar pelamar, yang sudah menjadi pelamar kali kesekian, mereka sudah siap tidak lulus seleksi seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan mereka sudah pesimis dengan 300-an lowongan yang dibanding dengan persaingan ribuan pelamar. Apalagi desas-desus titipan calo dengan tebusan uang 4 digit, semakin menipiskan peluang. Namun semangat dan harapan mereka tetap besar mengikuti tahapan rekrutmen.

Sebagian lainnya, kegagalan tahun ini semakin menambah motivasi untuk ikut tes lagi. Tahun depan harus lebih baik, lagi…

CPNS Gresik 2010

Bagi warga Gresik dan sekitarnya, yang sudah lama menunggu kabar pengumuman CPNS, mungkin tidak terlalu lama lagi akan dibuka pendaftaran CPNS Kabupaten Gresik tahun 2010. Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk rekrutmen CPNS di Pemkab/Pemkot biasanya jadwalnya serentak dalam satu propinsi. Misalnya di Kabupaten Gresik maka jadwal pelaksanaan rekrutmen CPNS sama dengan Kabupaten/Kota lain di Propinsi Jawa Timur.

Sedangkan dengan propinsi lain se-Indonesia tentunya selisih waktunya tidak terlalu lama. Karena berdasarkan surat Menpan nomor surat k.26-30/7.304-/99 penetapan NIP bagi CPNS dari daerah harus diterima Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta pada 31 Desember 2010. Jika Pemkab Gresik pada tahun 2010 ini mendapat jatah kuota CPNS dari Menpan, maka dengan tenggat waktu yang ada tentu tidak banyak waktu lagi untuk melaksanakan rekrutmen menjelang akhir tahun 2010 ini.

Sampai dengan tulisan ini dibuat, pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Gresik mengenai rekrutmen CPNS tahun 2010 memang masih belum ada. Sehingga waktu pelaksanaan dan persyaratannya belum bisa dipastikan. Bagi pelamar untuk persiapan, tahapan pelaksanaan, persyaratan berkas dan sebagainya sebaiknya mengacu pada tahun sebelumnya, 2009. Mulai sekarang siapkan semua dokumen, legalisir-legalisir, dan berkas lain yang kira-kira dibutuhkan untuk rekrutmen CPNS.

Bagi Anda yang mengupdate berita Pengumuman pendaftaran CPNS Kabupaten Gresik tahun 2010 silakan pantau website resmi Pemkab Gresik: www.gresik.go.id, selain website resmi tersebut keabsahannya tidak dijamin.