Pelatihan Jurnalistik Benjeng

Panganan opo jurnalistik iku?

Mbuh, eson dhewe yo ga sepiro denger kok?

Dulur, Sabtu ini, 22 November 2014, teman-teman komunitas lokal Benjeng Pribumi akan menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk umum dan pelajar. Insya allah bertempat tidak jauh dari ibu kota kecamatan, tepatnya di Desa Dermo. Di salah satu ruang ruang rapat balai Desa Dermo.Selain pelajar SMP dan SMA, panitia mengharapkan anggota atau pengurus Karang Taruna bisa ikut acara ini. Karena hanya dengan anak muda yang baik, terampil dan berprestasi, nantinya bisa memajukan dan mengharumkan Benjeng di masa akan datang.

Janur gunung, kadingaren, kok ada acara umum seperti ini. Biasanya pelatihan jurnalistik paling sering diadakan sekolah-sekolah, untuk siswa-siswi. Biasanya pula, yang ikut acara seperti ini, ujung-ujungnya menjadi pengelola Majalah Dinding, Buletin atau Majalah. Memangnya siapa sih komunitas Benjeng Pribumi? Kok baru dengar, he2…

Panitia pelaksana, komunitas Benjeng Pribumi, dari brosur acara yang bisa dibaca, mereka adalah komunitas pecinta seni dan budaya. Anggotanya anak-anak muda, ada juga yang sudah berumur tapi berjiwa muda. Background pekerjaan bermacam-macam, mulai dari mahasiswa, karyawan swasta, pedagang sayur, wiraswasta sampai PNS turut menjadi pegiat di komunitas lokal ini.

Kegiatan mereka saat ini difokuskan dalam dunia tulis menulis. Berdiri sejak tahun 2012, sudah menghasilkan beberapa buku yang ditulis rame-rame. Babat Alas Benjeng, 2012, buku pertama yang menghimpun cerita rakyat asal-usul dan sejarah desa se-Kecamatan Benjeng. Buku selanjutnya adalah kumpulan cerita pendek, yang ditulis oleh 8 orang penulis muda, bertajuk “Benjeng Always in My Heart”, terbit tahun 2013. Buku terakhir yang diterbitkan yaitu “Sajak Bumi Benjeng”, kumpulan puisi berisi tentang bumi Benjeng dengan segala kelebihan dan keistimewaannya.

Dengan mengusung tema “mari belajar menulis bersama”, pelatihan jurnalistik ini, sedianya akan diisi narasumber yang kompeten di bidangnya. Ram Surahman, wartawan Radar Surabaya, putra Benjeng yang ingin mengamalkan ilmunya buat dulur-dulur Benjeng. Cak Ram, begitu panggilannya, sudah lama ingin membuat acara sejenis khusus bagi arek Benjeng. Namun karena kesibukannya beberapa waktu lalu, beliau tidak sempat. Baginya ini adalah sarana balas budi bagi wong Benjeng, yang secara tidak langsung ikut membuat karirnya sukses di bidang jurnalistik profesional.

A’an Hariyono, wartawan Sindo dan penulis muda, juga akan memberikan pengalaman berharganya buat konco plek kabeh. Mas A’an, sering diajak kerja sama dengan salah satu lembaga pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Gresik untuk mempercantik tulisan majalah biar lebih enak dibaca. Selain itu sebagai penulis muda, karyanya sering mendapat prestasi di tingkat nasional.

Narasumber lainnya, Lailatul Isnaini, beliau adalah seorang cerpenis dan pegiat di lembaga pers di Universitas Muhammadiyah Gresik. Anak muda kreatif ini, patut dicontoh semangatnya. Dengan usia yang masih sangat muda sudah menghasilkan karya yang luar biasa. Menjadi pemicu bagi kita agar bisa meniru prestasinya.

Lilis Setiyorini, menjadi narasumber berikutnya. Pengajar di SMP Negeri 2 Benjeng,  guru matematika. Nah loh, ini pelatihan jurnalistik apa diajak berhitung. Wah jangan salah, beliau ini termasuk salah satu guru berprestasi di Kabupaten Gresik. Dan yang membanggakan, beliau ini asli wong Benjeng. Selain kreatif dalam mengajar, tulisan-tulisannya mendapat apresiasi dari pengajarnya saat beliau mengikuti diklat di Jogja. Dan gara-gara bisa menulis dengan baik, mendokumentasikan cara mengajar kepada anak didiknya, menjadi acuan bagi guru-guru lain meniru cara mengajarnya yang bisa dibaca di blog miliknya.  Disela-sela kesibukan persiapan acara diklat dan seminar ke Jogja esoknya, insya alah beliau menyempatkan hadir memberikan tips dan triknya dalam menulis.

Sepertinya pelatihan jurnalistik Benjeng Pribumi sangat menarik. Saya harus ikut menjadi salah satu peserta. Semoga mendapat pengalaman langsung dari orang-orang luar biasa ini, semakin menumbuhkan semangat dan menambah kemampuan saya dalam menulis yang baik. Apalagi tidak dipungut biaya alias GRATISSS…

Wis rek, ojok atek mikir maneh, rugi nek riko gak melok…

pelatihan jurnalistik benjeng

0 Responses to “Pelatihan Jurnalistik Benjeng”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: