Archive for the 'catatan' Category

I Love Benjeng

Aku pancene sueneng poll ambek Benjeng. Tanah kelahiranku. Masio ndeso, nggone adoh, tapi aku tetep tresno.

Biyen duwe cita-cita, mari sekolah nyambut gawe sing adoh, lungo nang Jakarta opo Suroboyo. Tapi njekthek yo mbalik nang ndeso. Ngrewangi emak nang sawah. Ngramut pitik ambek rojokoyo.

Sekolah yo tau nang kutho, bareng nyambut gawe yo gak adoh. Opo maneh rabi oleh tonggo deso, gumbul moro tuwo. Yo cek epo maneh takdire menungso. Tak syukuri ae, gak atek ngersulo. Sik akeh wong sing uripe soroh. Mugo-mugo uripku mene sansoyo mulyo.

Benjeng ket biyen mulo dadi papan panggonanku. Urip,Β  mangan, sembarang dingah yo nang tlatah Benjeng. Aku yo rumongso duwe utang budi kanggo desoku. Mulo saiki aku yo kepingin ngangkat apike jeneng desoku. Gak nggawe cidro ambek ngisin-ngisini tonggo teparo, bapak ibu ambek mbah buyutku sing babat alas desoku.

Wis ngene ae, angen-angenku. Tak sambi ambek dhadhak, mbubuti suket nang sawah mburi. Mugo-mugo konco, dulur, kuabeh tetep krasan nang Benjeng, sing lungo adoh pancet kangen Benjeng, sing pendatang ayo podho mbangun Benjeng dadi kecamatan sing rejo…

Benjeng Gresik, 21 November 2016

Iklan

Minimarket Benjeng

Ndak tahu kenapa, di Benjeng, dulu belum ada mini market seperti Alfamart atau Indomaret. Padahal di Balongpanggang yang sama-sama kecamatan ndeso, sudah ada. Apalagi di wilayah Cerme, jumlahnya sudah hampir satu pasang jari tangan.

Sekarang, mulai pertengahan 2011, sudah berdiri mini market dengan jaringan terbanyak di Indonesia, Alfamart, di Jalan Raya Munggugianti. Dan baru saja akhir Januari 2012, sudah dibuka minimarket Indomaret di Jalan Raya Benjeng, depan Kantor Polsek Benjeng.

Dengan berdirinya minimarket di Benjeng, semoga menjadi pendorong pertumbuhan bisnis-bisnis baru, khususnya di lokasi sekitar minimarket. Biasanya pedagang makanan, mulai mangkal di sekitar situ.

Wah, artinya sekarang Benjeng sudah mulai ndak ndeso-ndeso amat dong? Bisa jadi begitu. Paling nggak kalo saya di gojlok, sudah bisa jawab kalau di Benjeng minimal sudah ada minimarket terkenal seperti di kota-kota.

Agustusan dan ‘Posoan’

Sekarang memang masih Juli, masih di pekan pertama, awal bulan. Agustus masih relatif lama, satu bulan lagi. Bulan depan adalah tradisi perayaan kemerdekaan negera Republik Indonesia. Selain seremonial upacara di lapangan kecamatan oleh pegawai dinas instansi, tradisi kemeriahan di dusun-dusun adalah lomba-lomba khas Agustusan oleh anak muda karang taruna.

Namun kebetulan, Agustus nanti juga bersamaan dengan awal bulan Romadhon. dan biasanya kalu bulan puasa, kegiatan-kegiatan fisik biasanya dikurangi, dan kegiatan ibadah di malan hari semakin ditingkatkan. Praktis, kegiatan lomba-lomba khas tujuhbelasan untuk anak-anak yang relatif membutuhkan fisik yang lebih biasanya juga “diliburkan”.

Namun beberapa teman-teman karang taruna yang masih tergugah semangat juang 45, masih merayakan tradisi perayaan Agustusan untuk adik-adik dan anak-anak di lingkungan mereka. Mereka melaksanakannya di bulan sebelum Agustus yaitu Juli, supaya tidak bersamaan Romadhon. Dan sebagian kecil lainnya setelah bulan Agustus, yaitu September. Saya salut untuk mereka, saya tahu susahnya menunaikan “tugas kecil” tersebut, karena saya pernah menjadi bagian panitia ‘tujuhbelasan’ di kampung.

Bagi saya tradisi perayaan Agustusan sangat bagus untuk memupuk nasionalisme. Sebisa mungkin kita peringati dengan meriah. Kalaupun tidak, minimal secara sederhana, tapi jangan sampai tidak sama sekali.

Selamat menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Ke 65 RI dan selamat menyambut bulan Romadhon 1432 H…

Puasa ndak Harus Lemas

Alhamdulillah sudah masuk bulan romadhon. Menahan hawa nafsu hal wajib dan utama dalam menjalan kan ibadah puasa. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi lebih dari itu perilaku harus dijaga dan frekuensi ibadah lebih ditingkatkan.

Menurut saya pribadi, menahan lapar dan haus adalah hal yang tidak terlalu sulit. Apalagi bagi orang yang kerja kantor, tentu tidak seberat pekerja kasar seperti kuli atau petani yang bekerja di bawah terik panas matahari.

Niat puasa juga harus dibenahi. Beri motivasi dan sugesti kepada diri bahwa puasa harus tetap semangat. Mungkin yang berat adalah menahan hawa nafsu, bahkan sekadar ngrasani (menggunjing) kalau bisa jangan.

Beberapa hari lalu, masih dibulan puasa juga, saya sempat ngrasani teman-teman kantor yang sedang berpuasa. Menurut saya puasa mereka seperti anak SD. Badan lemas dan itu kelihatan banget (seperti memang diperlihatkan kalau lagi puasa), tidak semangat beraktivitas, kalau habis sholat dhuhur pasti tiduran di mushola. Padahal kalau tidak di bulan romadhon, pagi ndak sarapanpun mereka ndak lemes-lemes amat… πŸ™‚

Ndilalah besoknya, saya sendiri yang merasakan lemesnya di bulan puasa. Yang paling terasa adalah lapar, setelah laparnya hilang, lemesnya datang. Hari itu saya benar-benar merasakan tantangan berpuasa, dan alhamdulillah saya bisa bertahan sampai adzan maghrib tiba.

Malam harinya saya berpikir mungkin karena ngrasani teman-teman kantor kemarin, akhirnya kena sendiri ke saya. Benar kata orang, jangan menggunjing orang apalagi di bulan puasa, ga ilok he2… Selain itu memang aktifitas saya seharian pada waktu itu cukup menyita fisik dan tenaga, sehingga menurunkan stamina cukup besar.

Semoga puasa kita diterima Allah, menjadikan hikmah bagi kita semua. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan tetap semangat…!

Koran Gratis

Membaca koran, bagi saya adalah aktivitas yang menyenangkan. Update berita terbaru, informasi unik dan infotainment yang menghibur, dan berita-berita kecil yang tak terpikirkan kadang sangat berguna bagi kehidupan kita.

Saya suka membaca koran, apalagi gratis! Bagi saya, mungkin bagi anda juga, kalau bisa baca koran gratis, kenapa harus bayar? Saya rasa semua setuju dengan ini.

Berikut ini adalah tips baca koran hari ini gratis, cara ini legal dan insya allah halal… πŸ˜€

Pertama, baca koran kantor. Karena jatah koran hanya untuk pak bos, maka anda harus berangkat lebih pagi dari bos. Kalaupun telat, harus curi kesempatan ketika bos lagi istirahat atau keluar rapat.

Ketika pekerjaan tidak sibuk, atau sedang jam istirahat kantor, atau sambil menunggu bel jam pulang, membaca koran menjadi hiburan dari kepenatan kerja.

Tips kedua, baca koran warkop. Beli saja segelas minuman kesukaan di warkop, lalu nyangkruk di dingklik (kursi) sambil metingkrang (angkat satu kaki taruh di paha kaki lainnya). Ambil korannya sambil menunggu kopi disuguhkan, tak terasa sudah satu halaman dihabiskan. Sesaat kemudian minuman pesanan sudah siap di meja. Sruput minumnya, wah nikmat…

Asal tahu saja, di kota kecil saya, Gresik, harga 3,5 gelas kopi di warkop sama dengan satu eksemplar koran hari ini. Jadi dengan segelas kopi saja sudah dapat satu eksemplar koran, tentu jauh lebih murah, dan lebih hemat.

Ketiga, baca koran di tempat cuci motor (atau semacamnya). Seminggu sekali, hari minggu khususnya, saya mandiin motor kesayangan. Sambil menunggu cucian selesai, apalagi kalo antri, paling enak buat baca koran. Menunggu, adalah pekerjaan yang paling membosankan, tapi ditemani koran tak terasa yang ditunggu sudah tiba, bahkan kadang halaman koran belum habis seluruhnya, motornya sudah selesai dicuci.

Dari beberapa tips di atas, satu kesimpulan yang bisa dipetik adalah, “membaca (koran) itu penting dan menyenangkan, apalagi gratis!” πŸ˜€

Survei Vs Quick Count

Beragam komentar menanggapi hasil survei. Bagi wong ndeso, orang awam seperti saya, sangat susah untuk membandingkan akuratnya hasil survei, karena memang data pembanding resminya masih belum ada. Apalagi, katanya banyak survei yang tidak independen, yang tujuannya untuk menggiring oponi publik.

Saya mencatat beberapa hasil survei Capres RI 2009-2014, yang terutama waktu pengambilan sampel mendekati tanggal 8 Juli 2009. Berikut ini beberapa survei yang angkanya banyak berbeda, cukup membingungkan saya πŸ™‚

  1. Indonesia Development Monitoring (IDM), 3 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 44,82%
    SBY-Budiono: 27,5%
    JK-Win: 12,6%
  2. Strategic Indonesia, 3 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 20,34%
    SBY-Budiono: 46,86%
    JK-Win: 32,46%
  3. Lembaga Survei Indonesia (LSI), 4 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 19,6%
    SBY-Budiono: 63,1%
    JK-Win: 10,6%
  4. Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), 4 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 22,25%
    SBY-Budiono: 51,95%
    JK-Win: 18,27%
  5. Institute for Nasional Strategic Interest and Development (INSIDe), 5 Juli 2009
    SBY-Budiono: 34%
    Mega-Prabowo + JK-Win: 29,4%
    Belum ada pilihan: 36,6%

Hasil survei yang mendekati hari pencontrengan, harusnya selisih suara tidak melebihi margin error.Β  Pengennya sih, semua lembaga survei mengumumkan hasil surveinya pada 8 Juli 2009, lalu kita bandingkan dengan data real count, atau paling tidak data quick count. Nah dari situ kita mengetahui lembaga survei yang paling kredibel.

Saran saya, sebelum mencontreng lebih baik melihat visi, program dan kebijakan Capres. Mengenai survei, sampeyan ndak usah ikut mikir, nanti malah tambah bingung. Biarlah survei-survei menjadi bagian proses demokrasi, yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim sukses untuk menyukseskan jago mereka.

Saya mengajak kepada anda semua, wong mBenjeng dan wong nggersik khususnya, ayo datang ke TPS, gunakan hak pilih anda dengan baik. Selamat mencontreng…. πŸ™‚

Hamilton, The Champion

Kalau sudah takdir Lewis Hamilton, maka apapun bisa terjadi. Itu yang bisa saya ungkapkan ketika pembalap favorit saya menjadi juara GP formula 1 2008.

Di balapan terakhir dari delapan belas seri, pada lap terakhir dan tikungan terakhir pula, membuat saya dan penggemar F1 seluruh dunia sport jantung, terutama penggemar Ferrari dan McLaren. Bagaimana tidak, ketika Felipe Massa menyentuh garis finis, Hamilton masih posisi enam dan finis masih kurang tiga tikungan. Namun di tikungan terakhir Hamilton menyalip Timo Glock yang melambat karena masalah ban. Dan dengan hanya posisi lima, jumlah nilai hamilton unggul satu poin dari peringkat dua, yaitu Massa.

Well, Sedetik yang lalu kubu ferrari bersuka cita, namun sesaat kemuadian justru Lewis Hamilton membuat McLaren berpesta pora. Memecahkan rekor juara dunia termuda, dan juara dunia pertama dari kulit hitam.

Terima kasih Azrul Ananda, komentator F1 yang awalnya saya kenal suaranya di radio SSFM Surabaya, ulasannya tentang F1 di JawaPos yang menarik dan mudah dipahami yang selalu saya ikuti. Sehingga saya bisa tertarik dan menjadi salah satu penggemar formula 1. Walaupun sesungguhnya balapan ini tidak seatraktif GP motor atau superbike, namun entah mengapa saya lebih menyukai olahraga ini… πŸ™‚