17an, Ngapur Jaro

Menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI, warga desa mulai bersih-bersih memperindah rumah dan lingkungan desa. Kata Pak Lurah, nanti ada lomba kebersihan desa, yang menang dapat hadiah dari Pak Camat.

Jam 6 pagi Pak Bau (kepala dusun) bersama Pak Bayan (perangkat desa), menabuh kentongan menandakan perintah kepada warga agar datang berkumpul untuk menuju lokasi. Warga segera berduyun-duyun menuju lokasi kerja bhakti yang kemarin sore sudah di woro-woro Pak Bau pada waktu ngabani (pemberitahuan) dari rumah ke rumah warga.

Dengan membawa peralatan yang dibutuhkan, pacul, arit dan sebagainya warga sudah siap melaksanakan tugas. Krocokan atau glidhik (kerja bakti) pagi ini dimulai dengan membersihkan rumput liar yang tumbuh di badan jalan. Jalan desa yang berkubang diurug dengan sirtu (campuran pasir dan batu), dan batu-batu sebesar kepalan tangan di tengah jalan ditata sedemikian rupa agar tidak membahayakan pengguna jalan, sehingga bisa dilalui dengan nyaman.

Capek kerja bhakti, istirahat sejenak. Sudah disiapkan ibu-ibu air putih di kendi dan kopi panas, plus makanan ubi rebus. “Godho gedhang godho telo, titik edang podho kroso”, walau makanannya sedikit asal semua kebagian.

Setelah jalan-jalan sudah rapih dan bersih, agar tampak lebih cerah tidak kusam, maka perlu dilakukan pengecatan pagar rumah. Warga desa biasanya menggunakan enjet atau apu (kapur), yang dicampur dengan air secukupnya. Pengapuran di lakukan pada jaro (pagar rumah dari kayu/bambu), batang pohon di pinggir jalan desa, wuwung rumah, dinding rumah, tiang bendera, dan lain-lain.

Umbul-umbul dipastikan selalu menjadi ciri khas Agustusan. Agar nampak lebih meriah, hiasan gondal-gandul berwarna merah putih, atau warna ngejreng kertap-kertip (berkilau) turut menambah ramainya wajah kampung.

Dulur, saya sudah ngapur jaro, sampeyan bikin apa 17-an tahun ini?

11 Responses to “17an, Ngapur Jaro”


  1. 1 ILYAS AFSOH Agustus 13, 2009 pukul 10:50 pm

    cak, jenggote piye???

  2. 2 ILYAS AFSOH Agustus 14, 2009 pukul 8:23 am

    kentalnya suasana gresik ` an

  3. 3 mybenjeng Agustus 14, 2009 pukul 8:34 am

    @ilyas afsoh
    iyo cak, lha ancene mbenjeng iku yo nggersik,🙂
    agutusan iki akeh tontonan. engko sore nontok grak jalan, biasane onok jepaplok, wah suenenge cak…😀

  4. 4 marsini Agustus 14, 2009 pukul 6:21 pm

    Serempak kompak. didesaku jugabegitu.
    tapi kebetulan aku ga ikut kmarin.
    sipp!!!
    meriahkan HUT Kemerdekaan RI tercinta

  5. 5 MuARa Agustus 17, 2009 pukul 9:12 am

    hey benjeng tuh yang loe pasang fotonya sapa? jangan-jangan!??????
    visit my blog http://tengah.wordpress.com

  6. 6 Zulhaq Agustus 18, 2009 pukul 4:29 pm

    suasananya mantap, penuh dengan makna
    kalo disini alias di hutan gak ada suasana yg begitu kerasa
    habis upacara kembali bekerja dengan normalnya

  7. 7 ILYAS AFSOH Agustus 18, 2009 pukul 11:05 pm

    blog walking

  8. 8 nusantaraku Agustus 19, 2009 pukul 1:00 pm

    Ikut meramaikan warga sekitar saja.
    Merdeka!

  9. 9 Indra Gunawan Agustus 20, 2009 pukul 1:42 pm

    Jadilah warga desa yang baik..karena paling tidak cuma itulah kontribusi yang bisa kita berikan untuk desa tercinta.

  10. 10 nggresik Agustus 20, 2009 pukul 4:54 pm

    semangat 17 an….sing penting guyub rukun gotong royong

  11. 11 don45 Agustus 21, 2009 pukul 7:54 pm

    Lek aku Mas ngecet dalan !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: