Gresik Dahulu Kala

Nama gresik sudah digunakan untuk menyebut kota pelabuhan yang terkenal karena letaknya yang terlindung di Selat Madura, dan di belakangnya terbentang tanah subur dari delta Bengawan Solo yang bermuara ke Selat Madura. Sungai besar itu pernah merupakan jalan penghubung yang penting antara tanah pedalaman Jawa Tengah dan Jawa Timur (Pajang, kemudian Kartasura dan Surakarta) dengan tanah-tanah pesisir di timur laut. Sampai perempat akhir abad ke-17, Gresik dikenal dengan pelabuhan kembarnya yaitu Gresik dan Jaratan, yang menurut Tim Peneliti dan Penyusunan Sejarah Hari Hadi Kota Gresik (1991) pelabuhan Gresik terletak di sekitar Desa Karang Kiring yang berhadapan dengan muara Sungai Lamong dan pelabuhan Jaratan terletak di Desa Mengare yang berhadapan dengan Sungai Solo Lawas cabang Bengawan Solo yang bermuara di Mengare.

Menurut berita-berita Cina, Gresik didirikan sebagai kota pelabuhan pada paruh kedua abad ke-14 di sebidang tanah pantai yang terlantar. Penduduk pertama ialah pelaut dan pedagang Cina. Dikatakan bahwa penduduk Cina menyebut Gresik dengan nama Ce-cun, yang secara harfiah bermakna “desa kakus-kakus”, nama aneh itu digunakan oleh orang Cina yang mengacaukan bentuk halus bahasa Jawa (kromo) untuk Gresik, yaitu Tandhes (salah satu artinya, “muara sungai”) dengan kata Melayu Tandas yang artinya memang “kakus”’ lalu menerjemahkannya menjadi Ce-cun.

Para pelaut Portugis yang datang ke Jawa pada perempat awal abad ke-16 menyebut Gresik dengan nama Agaci, sebagaimana tertera pada Peta Pulau Jawa yang dibuat tahun 1540 yang tersimpan di Herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel, Jerman, sebagaimana tercantum dalam tulisan C. Guillot berjudul La necessaire relecture de I’accord luso-soundanais de 1522 yang dimuat dalam jurnal Archipel (XLII) tahun 1991 hal 33-76. Di sebelah bawah Agaci disebutkan nama Repare yang diberi tanda tanya, yang menunjukkan bahwa nama itu tidak dikenal oleh pelaut-pelaut Portugis yang datang belakangan. Tampaknya, nama kota tepi pantai Repare di dekat Agaci itu menunjuk pada nama Mengare, yang belakangan dikenal dengan nama Jaratan.

Orang-orang Belanda yang datang belakangan menyebut Gresik dengan Grisse. Dalam The History of Java, Sir Thomas Stanford Raffles memaknai Gresik dengan sebagai verbastering dari kata ”Giri-Gisik” yang berarti bukit (giri) dan daerah pantai (gisik) boleh jadi sudah umum digunakan di kalangan masyarakat pribumi sejak sebelum abad 11, disamping sebutan Gerawasi, Gerwarasi, Geresih dan Tandhes sebagaimana terdapat dalam cerita tutur dan historiografi setempat seperti Babad ing Gresik. Sejumlah prasasti yang terdapat di kompleks makam Kyai Tumenggung Pusponegoro menyebut Gresik dengan Tandhes, yang di dalam bahawa Jawa kuno kata Tandhes, Atandhes, Tumandhes, Katandhes bermakna akhir, tujuan, terus menuju sampai akhir, dipotong bersih, menuju ke bagian akhir yang bisa dimakanai muara sungai. Sementara itu jika nama Gresik dianggap berkaitan dengan kata Resik yang dalam bahasa Jawa Kuno bermakna bersih, terpelihara baik, murni, cemerlang, suci, memiliki makna setara dengan kata Gurah yang berarti bersih, cuci.

Sumber: laporan kajian sejarah kyai tumenggung pusponegoro buapti gresik, badan penelitian dan pengembangan kabupaten Gresik tahun 2008

12 Responses to “Gresik Dahulu Kala”


  1. 2 nggresik Maret 21, 2009 pukul 2:05 pm

    waah…iki iso tak copy mene nek ono topik seng ono hubungane cak….suwon

  2. 3 galinx Maret 21, 2009 pukul 10:55 pm

    ah tenaneki….gresik G(gak)resik artine reget hehehe…..sory coy guyon lho yo….kowe pancen josssss ….isoae riko iku….sekolahe nang ndi yo kok puinter tenan….!very2 good

  3. 4 haSna- ^_^ Maret 23, 2009 pukul 9:28 pm

    Te Oo Pe begete deh
    besok2 kalo anakku (hehe…, sok berkhayal, cowok aja kagak ada) dapet tugas sejarah gresik, aku rekomendasikan untuk mbuka blog-e sampeyan n dicatet dalam daftar pustakanya, hehe…

  4. 5 linxga April 4, 2009 pukul 11:17 pm

    ah masak boleh – boleh ayo nang ndi ketemuane ….?

  5. 6 ILYAS ASIA April 9, 2009 pukul 10:05 am

    semoga pengganti Pak Robah
    Lebih super

  6. 7 ILYAS ASIA April 10, 2009 pukul 11:22 am

    mas ,
    link untuk masang logo/ widget blog gres mana???
    ..
    alamat yang dulu entah kemana
    .
    tulis di blog aku ya

  7. 8 aziz April 10, 2009 pukul 11:08 pm

    w2ah, infonya keren nih….

    salam dari gresik pinggir jugak… hehehhee

  8. 9 Rusa Bawean™ April 16, 2009 pukul 1:37 pm

    kalo nggersik mas???
    hehehe

  9. 10 ILYAS ASIA April 21, 2009 pukul 10:18 pm

    cAK
    AKU KANGEN DENGAN KOMENT2 SAMPEYAN YANG SELALU MENYEMANGATI AKU.
    GRESIK AYO MAJU BERSAMA.

    CAK,
    JALAN2 DRIYOREJO RUSAK PARAH

  10. 11 bunalie Agustus 17, 2010 pukul 3:54 pm

    Gresik is OK,

    Bungah desaku

    Adem, Ayem rasane…., ayo jadikan desa bungah sing adem,

  11. 12 hendro- k lumpur , malaysia Agustus 24, 2010 pukul 10:07 am

    iyo…..tapi sayang giri fm ora iso di streaming.kan tambah adem ayem nek giri fm iso di rungokno wong sak dunia……( harap maklum giri fm nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: