Emaaak…

Anak kecil sekarang tidak ada yang punya Emak, yang punya Bapak sudah jarang. Lho…!?

Di daerah saya, setiap bayi yang baru lahir sudah diajarkan dan dibiasakan menyebut bapak dengan sebutan Ayah. Sedangkan panggilan Emak diganti dengan (minimal) Ibu atau lebih keren lagi Mama. Sebutan Emak sudah kuno, ketinggalan jaman, ndeso, katrok.

Dari cerita tetangga saya, adik terkecilnya yang masih SD, merasa malu dengan teman-teman sebaya karena panggilan Emak kepada sang bunda. Maka si kecil dengan inisiatif sendiri membiasakan diri menanggil Ibu kepada emaknya. Awalnya sang Emak cukup risih juga karena semua anaknya tidak pernah mengucapkan panggilan itu.

Apa boleh buat kalau sebutan ini bisa membuat sang anak tidak rendah diri dan bisa bergaul kembali dengan teman-teman sebanyanya tanpa ejekan lagi, sang emak nrimo saja ketika anak ragilnya tidak lagi memanggilnya emak. Menurut si kecil mungkin panggilan Ibu terkesan lebih elegan dan membanggakan dibandingkan mengucapkan kata “emaaak….”

Dari tetangga saya yang lain, “Walah, kalau petani seperti saya yang setiap hari ke sawah, yang pekerjaannya hanya mencangkul dan menyabit rumput, apa ya harus ikutan manggil orang tuanya dengan papa-mama. Kalau anak saya ditanya papa mu ke mana? dan jawabnya ke sawah macul, ngarit… Ah, rasanya kok gak pantes blas…”

Hmmm…, mungkin salah satu parameter berkurangnya ke-ndeso-an dan ke-katrok-an adalah mulai hilangnya panggilan Emak.

29 Responses to “Emaaak…”


  1. 1 hanggadamai Juni 2, 2008 pukul 6:49 pm

    diriku manggil mama, tapi kadang2 jadi emak..😆
    berarti diriku ndeso…

  2. 2 peyek Juni 2, 2008 pukul 11:05 pm

    Emaaaak… aku njaluk dikawinke!

    lah lagu itu kurang menginspirasi rupanya

  3. 3 Anang Juni 2, 2008 pukul 11:10 pm

    padahal di malaysia, emak adalah yg paling popular…. macam mana ni?

  4. 4 aliyulwafa Juni 3, 2008 pukul 9:48 am

    yang benar itu memang mama, soale mama itu berarti memek, khan yang punya memek cuma mama. ini logis lho bukan jorok ato ….?
    khan ada genus mamalia, yang berarti makhluk menyusui.
    kalo ada seorang ibu yang nggak rela menyusui bayinya, maka dia nggak pantas disebut mama.

  5. 5 ILYAS AFSOH Juni 3, 2008 pukul 11:52 am

    ah, cak sampeyan bercerita tentang aku

    arek ndeso
    arek naru koyo aku , yo kadang-kadang nang sawah
    ndaut, macul, banjari

    yo ndeso
    trus
    saiki nyambut gawe nang kutho CULOBOYO

  6. 6 petak Juni 3, 2008 pukul 2:57 pm

    Saya kalo manggil Ibu saya sampe sekarang tetap ebok, biarin katrok yang penting ethnic banget gitu :p

  7. 7 leah Juni 3, 2008 pukul 4:26 pm

    emak bukan milik wong jowo ndeso loh. Liyat orang cina yang sudah tua ada yang dipanggil emak😀.

  8. 8 gonezhar Juni 3, 2008 pukul 5:38 pm

    setahu saya sebutan emak itu dari Sunda dan Betawi… jadi bukan sebutan ndeso, tp khas dialek setempat

    dulu waktu jamannya saya masih sekolah temen2 yg orang sunda biasa aja sih nyebut emak, hal yg wajar malah

    klo di jawa mmg gak ada emak, tp lebih banyak yg make kata simbok atau biyung

  9. 9 Tumes_semuT Juni 3, 2008 pukul 11:59 pm

    bukannya orang padang yang pertama mangil mak? mamak kan udah dr dulu di padang

  10. 10 dutabenjeng Juni 4, 2008 pukul 2:08 pm

    Yoo pancene jamane wis berubah mas lha wong biyen iku
    emakku nek nyelok wongtuane iku mbok ambek empak terus tibo aku nek nyeluk emak tibo anakku ibu mungkin mene tibo anake anakku yo mama paling…..mboh mama godong gedang, mamah godong jambu yo gak roh…….

  11. 11 wier Juni 4, 2008 pukul 7:55 pm

    wah iyo, ancene ngono. ponakanku lek nyeluk simboke yo mamah. lek aku iseh bangga nyeluk mak’e ambek pak’e.
    eling jaman sd ditakoki pak guru,
    “wir, Ibu kerja apa?”
    tak jawab:
    “saya tidak punya Ibu pak, punyanya mak’e”.

  12. 12 mybenjeng Juni 5, 2008 pukul 11:33 am

    @to all:
    ternyata panggilan emak tidak se-ndeso yang saya pikir ya…🙂
    jadi tahu emak (saya) ada juga di Malaysia, Sunda Betawi, sampai ke Padang…
    makasih banyak info dan komentar-komentarnya…

  13. 13 tintin Juni 5, 2008 pukul 1:23 pm

    emak ..😀 bapakku manggil mbahku emak .. tapi aku manggil ibuku yo ibu .. soale biyen gak diajari nyeluk emak ..😀

    anakku tak ajari manggil ortunya abi dan ummi ..🙂

    babahno ben nyunnah ..🙂

  14. 14 don45 Juni 5, 2008 pukul 1:53 pm

    Tapi ga masalah meskipun manggil emak tapi tdk menghilangkan ciri khas ibu !!!!

  15. 15 gempur Juni 5, 2008 pukul 10:59 pm

    saya masih panggil emak dan bapak… tapi anak saya sekarang bingung… saya mengajari untuk manggil saya bapak dan manggil ibunya dengan ibu.. tapi sekelilingnya mengajari memanggil saya ayah dan memanggil ibunya dengan mama… pusiiiiiiiiiiingggg

  16. 16 indra1082 Juni 6, 2008 pukul 10:01 am

    Kenapa Emak dibedakan dengan mamah atau mami??
    Toh mami tidak lebih keren dari emak, sama-sama seorang Ibu yg melahirkan Putra-putrinya, hehehe

  17. 17 ILYAS AFSOH Juni 6, 2008 pukul 11:04 pm

    cak aku nitip sala nang leah

    salam kenal nang leah

    salam pisan nang konco-konco gresik liyane

  18. 18 andy Juni 7, 2008 pukul 11:34 am

    ya iyalah mas masak di benjengkan sdh dicap org lain ndeso masak mau manggil mak!!!!!

  19. 19 anakbangsa69 Juni 7, 2008 pukul 12:19 pm

    yang penting gak lupa kalo BBM naik🙂 salam kenal dan semoga saling silaturahmi🙂

  20. 20 gaarachelseamania Juni 7, 2008 pukul 12:57 pm

    yah berarti kebudayaan indo sudah tergeser dunkzzzz
    salam kenal

  21. 21 tc Juni 7, 2008 pukul 4:50 pm

    kalo disini malah gak ada yang manggil emak.. banyakan Inaaaaangg… sama Amaaaang…
    ;P

  22. 22 aze--- Juni 8, 2008 pukul 11:16 am

    kayaknya alasannya itu soalnya…..

    gini yah, sekarang semua serba it, minimal kalo mo ngehubungin pake sms, jadinya, kalo ngetik emak, ada 4 hurup, kalo pake tarip per karakter, bayarnya jadi 4, kalo ngetiknya ma2, jadinya cuma 3, kalo ibu, juga 3

    jadi alasannya karena tarip sms……

  23. 23 dhany Juni 8, 2008 pukul 9:25 pm

    wah apapun panggilanya yg pnting minumnya teh botol s***o(di sensor),gak nyambung ya…

  24. 24 ILYAS AFSOH Juni 9, 2008 pukul 8:33 am

    absen lagi

    absen sudah mampir

  25. 25 juliach Juni 9, 2008 pukul 8:43 pm

    Aku lebih senang dipanggil mami oleh anak-anakku, walo “mami” [baca: mami] oleh orang perancis artinya nenek.

    Tapi, anakku 17bln lebih senang memanggil “mamak” dan jika lagi kesel/nangis “emmaaaakkkk”

  26. 26 rizoa Juni 19, 2008 pukul 10:22 pm

    hihihi..klu temanq malah manggil ibunya “sim” [simbok]

  27. 27 Watuitem Juli 9, 2008 pukul 9:25 am

    Aku punya satu emak, dan satu-satunya emak-ku di dunia. Aku bangga dengan hal itu. dan aku tidak akan pernah malu menyebut emak di depan orang banyak. Aku akan bangga bila emak-ku bahagia.

    maaf baru bisa online lagi.

  28. 28 Watuitem Mei 6, 2011 pukul 2:57 pm

    08 mei 2011, emak ku pergi meninggalkan aku dan semuanya. Al Fatihah untukmu emak

  29. 29 Sabine Hoving September 1, 2011 pukul 9:53 pm

    I absolutely love your blog and find the majority of your post’s to be exactly I’m looking for. Would you offer guest writers to write content for you? I wouldn’t mind publishing a post or elaborating on a lot of the subjects you write related to here. Again, awesome web site!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: