Suwuk Embah dan Jahe

Mulai hari senin kemarin siswa sekolah menengah pertama (SMP) melaksanakan ebtanas, eh, ujian nasional. Selama empat hari ini menjadi klimaks dari 3 tahun belajar di bangku sekolah. Waktu yang harus dipergunakan sebaik-baiknya, oleh siswa dan dukungan orang tua, agar si anak tidak mengulang setahun lagi atau lulus dengan ijasah SMP kejar paket. Walaupun tidak ada beda menurut saya, toh sama-sama lulus.

Saya jadi teringat pada waktu ebtanas SD. Saat hari pertama, pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke sekolah, para orang tua meminta suwuk (doa) anak-anaknya kepada Yai Tro. Suatu hal yang biasa pada masa itu ketika seseorang menghadapi hari-hari bersejarah dalam hidupnya, agar sukses dan diberi kemudahan.

Yai Tro adalah sesepuh desa ini. Orang tua yang dituakan, selain karena ketuaannya tentu saja karena ilmu suwuknya. Saya memanggilnya Embah, karena beliau Bapak dari Ibu saya.

Pagi itu, dihadapan beberapa anak SD yang diantar orangtuanya, mulut Yai Tro komat-kamit mengucap doa sambil memejamkan mata. Di akhir doa beliau mendekatkan mulutnya ke kening sang anak, kemudian bruss… Hembusan lembut tapi mantap hingga meninggalkan bekas basah di setiap kening anak-anak.

Setelah di suwuk, beliau memberikan syarat lain yaitu harus mengunyah jahe sebesar jempol. Agar tidak terlalu pedas boleh dicampur gula pasir. Dalam hati, saya tidak begitu yakin dan percaya, tapi setelah dewasa saya baru tahu setelah baca artikel kesehatan di koran. Ternyata Jahe mengandung zat yang berguna meningkatkan daya konsentrasi, tentu hal ini sangat dibutuhkan untuk membantu siswa dalam mengerjakan ebtanas, wow…!

Sekali lagi benar kata pak Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos, beliau mengajak kita semua untuk tegakkan akal sehat. Satu pelajaran lain bahwa tradisi remeh yang tidak masuk akal, mungkin di situ ada nilai ilmiah lain yang harus kita gali lebih dalam.

19 Responses to “Suwuk Embah dan Jahe”


  1. 1 lovesomatic Mei 7, 2008 pukul 11:59 pm

    hmmm…. yai tro=mbah sastro kah? klo btul itu emg uda trkenal di seantero gresik kayaknya:mrgreen:

  2. 2 dadan Mei 8, 2008 pukul 12:00 am

    simbah njenengan emang bijak😀
    sementara orang jaman sekarang yang katanya mengandalkan rasio sering lupa kearifan lokal/tradisional.

  3. 3 leah Mei 8, 2008 pukul 6:01 am

    Bar disuwuk hasil`e UN yo opo mas?😀

  4. 4 Anang Mei 8, 2008 pukul 7:16 am

    sampean sbelum nulis ini wis disuwuk yai tro durung? wkwkwkwk

  5. 5 leah Mei 8, 2008 pukul 8:44 am

    trima kasih mengingatkan tentang perihal kiri kanan, btw potone wes tak balik hahaha

  6. 6 diorockout Mei 8, 2008 pukul 12:21 pm

    hehehehe..
    sudah tradisi..

  7. 7 mybenjeng Mei 8, 2008 pukul 9:06 pm

    @lovesomatic
    cuma nama aja sama, rejekinya beda…🙂
    @dadan
    tapi orang sekarang pinter-pinter kok, meski kadang kurang santun, he2…
    @leah
    suwuke mbah pancen oye, lulus kabeh… ^_^
    @anang
    wis gedhe gak usah suwuk-suwukan…😀
    @leah
    wah, nakalan iki…
    @diorockout
    sekarang sih sudah gak ada…

  8. 8 Okta Sihotang Mei 8, 2008 pukul 9:06 pm

    suwuk artinya apaan yak ??

  9. 9 tony Mei 8, 2008 pukul 10:42 pm

    hehehe..wong ngGresik!

  10. 10 hanggadamai Mei 9, 2008 pukul 6:42 am

    yuk tegakkan akal sehat

  11. 11 gempur Mei 9, 2008 pukul 10:56 am

    saya juga mengalaminya… hehehehehehe… di kalngan pedesaan, masih banyak model yg begitu itu.. dan alhamdulillah, jaman saya SD dulu mendapat predikat terbaik se-kecematan nomor 1 hehehehehe

  12. 12 Hasan Seru Mei 9, 2008 pukul 7:03 pm

    Kalau aku waktu UNAS SMA dulu… tp pelakunya bukan aku, tapi temanku yang seruangan sama aku, dibawah meja penjaganya ditaburi garam, konon katanya penjaganya ngantuk, dan bener juga lho… tak lupa disediakan pula koran dan tabloid, lengkap.. jadi penjaganya baca koran🙂

  13. 13 mybenjeng Mei 9, 2008 pukul 10:45 pm

    @okta sihotang
    suwuk=doa dari dukun🙂
    @tony
    he2, wong jowo…🙂
    @hanggadamai
    yuk…
    @gempur
    ah, masa iya karena suwuknya, he2…
    @hasan seru
    cerdas…😀

  14. 14 aliyulwafa Mei 10, 2008 pukul 9:59 pm

    Wah,sayang ndek deso-ku gak ono dukun …..
    nek ono ngono mesti sering takparani, gawe nyuwuk lambe-ku cek’e selingkuhanku gampang tak bujuki.🙂

  15. 15 theloebizz Mei 12, 2008 pukul 8:16 pm

    kok yah msh ada jg org2 yg percaya takhyul macem ituh yah?😉

  16. 16 mybenjeng Mei 12, 2008 pukul 9:55 pm

    @aliyulwafa
    dukune dadi penyanyi, Alam adike vety vera…🙂
    @theloebizz
    saya nggak kok…🙂

  17. 17 nuha Mei 19, 2008 pukul 9:18 pm

    low, aku juga baru tau apa itu gunanya jahe. Aku jadi terinspirasi untuk minum jahe anget tiap sebelum kuliah, biar nyambung kalo lagi di kelas.
    Oya….spakat tuh untuk mengkaji tradisi2 nenek moyang kita dengan pengetahuan2 yg masuk akal…ayo posting yang kayak gini lagi ya…aku lagi suka ilmu2 kesehatan yang bisa diterapkan dalam kehipan sehari2 nih… ^_^

  18. 18 don45 Mei 26, 2008 pukul 9:56 am

    Wooooow baru tahu kalo susuk bisa dihubungkan dengan ilmu kesehatan dan Yai Tro bilang ngunyah jahe tu asal2an atau karena udah tahu soal berita jahe. ???

  19. 19 getting back at your ex Agustus 23, 2011 pukul 3:02 am

    I appreciate, result in I found just what I used to be having a look for. You have ended my 4 day lengthy hunt! God Bless you man. Have a great day. Bye


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: