Inspirasi Dunia Pendidikan Kita

Saya sedang mengagumi si Ikal dan teman satu kelasnya di sebuah sekolah miskin, SD-SMP Muhammadiyah Belitong.

Si jenius Lintang, anak pesisir pedalaman Pulau Belitong yang luar biasa tak menyerah pada keadaan yang tak bersimpati. Mahar sang imajinatif dengan bakat seni luar biasa. Flo, si anak bengal, seorang wanita yang melawan kodratnya. Dan 6 anak lainnya berkarakter unik dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Mereka diasuh oleh dua orang guru. Pak guru Harfan sang pengobar semangat keberanian pantang menyerah untuk mencapai cita-cita. Bu Mus, guru pandai, karismatik dan berpandangan jauh kedepan. Merekalah mentor, penjaga, sahabat, pengajar dan guru spiritual bagi anak didiknya.

Sebuah sekolah minim fasilitas, namun tak sehari pun siswa-siswa ini pernah bolos. Walaupun gedung tempat belajar sudah reot dan doyong, bila hujan turun maka tidak ada tempat yang terhindar dari bocor. Hampir tidak ada beda antara berteduh di dalam kelas atau hujan-hujanan di halaman sekolah.

Sekolah kampung ini menyabet penghargaan tertinggi dalam karnaval 17 agustus, bermodal ide kreatif anak-anak didiknya dengan interpretasi seni yang sempurna. Mengalahkan sekolah unggulan lain dengan dukungan dana berlimpah tapi hanya modal sedikit kreatifitas.

Di tengah perkembangan dunia pendidikan Indonesia saat ini, cerita di atas memberi inspirasi, motivasi, dan semangat baru untuk mencetak si jenius Lintang, Mahar sang seniman hebat, Ikal dan teman-teman yang tetap menjaga budi pekerti sebagai nilai luhur dalam berperilaku.

Kisah insipiratif novel best seller Laskar Pelangi Andrea Hirata di atas, tidak salah menjadikannya sebagai “Indonesia’s most powerful book”.

13 Responses to “Inspirasi Dunia Pendidikan Kita”


  1. 1 realylife Maret 29, 2008 pukul 9:16 pm

    bener banget, saya setuju
    kepengennya sich di masa depan , dunia pendidikan kita tidak seperti ini ya
    cerah seperti mentari dan pelangi yang indah di angkasa

  2. 2 leah Maret 30, 2008 pukul 6:22 am

    Prihatin sekali dengan dunia pendidikan sekarang… Dana BOS aja malah buat bayar guru honorer😦

  3. 3 hanggadamai Maret 30, 2008 pukul 6:32 pm

    sedihnya ditambah sekolah PN yg khusus golongan orang kaya saja ya…

  4. 4 peyek Maret 30, 2008 pukul 9:10 pm

    Ditengah maraknya berdiri sekolah unggulan, cerita ini memang sangat menggugah.

  5. 5 Lintang Maret 31, 2008 pukul 7:40 am

    wah kayake ada yg nyebut namaku nih?? *GeEr mode on hehe*
    btw cerita laskar pelangi memang harusnya bs memberi inspirasi bg perbaikan dunia pendidikan di Indonesia…

    OOT:
    liburan kmrn aku ke gresik cak, malam2 wkt mo pulang lwt krian kesasar sampe balongpanggang (tembus mojokerto), untungnya g kesasar k benjeng (soalnya benjeng lg banjir ya). Wah emang bener2 malam uji nyali waktu itu😦

  6. 6 Arif Budiman Maret 31, 2008 pukul 4:32 pm

    Memang miris sekali, apalagi dikaitkan dengan zaman modern sekarang…😥

  7. 7 mybenjeng Maret 31, 2008 pukul 6:48 pm

    @realylife
    harusnya masa depan lebih cerah, karena di masa lalu sudah ada laskar pelangi🙂

    @leah
    iya dana pendidikan kayaknya lebih banyak terserap gaji pegawai.

    @hanggadamai
    udah baca bukunya juga neeh🙂

    @peyek
    insiparatif banget

    @lintang
    tapi nasib kamu lebih baik dari “lintang” kan?🙂
    waduh kok jauh nyasarnya, kalo ke Balongpanggang pasti melewati Benjeng bu.

    @arif budiman
    semoga dunia pendidikan kita lebih baik.

  8. 8 Tumes_semuT April 2, 2008 pukul 1:53 am

    dana pendidikan lebih banyak buat balikin modal kampanye…hehehe makanya sampe muncul kisah semacam itu

  9. 9 dadan April 2, 2008 pukul 5:09 pm

    terus terang, rasanya saya ditampar habis-habisan setelah baca 3 buku tetralogi laskar pelangi tersebut.

    gimana gak, mereka yang pendidikannya serba kekurangan aja bisa jadi orang semua.

    si Ikal (andrea hirata) jadi orang telkom, kuliah di sorbonne prancis, menjelajah eropa hingga afrika dan pelopor disiplin ilmu baru : ekonomi telekomunikasi (dengan price transfer)

    syahdan, udah jadi ahli internetworking, pemegang sertifikasi Cisco expert (aku lupa nama gelarnya)

    mahar, udah jadi budayawan

    Arai, sama kayak ikal ….

    buset…. malu nih…

    Disisi lain, novel tersebut menjadi referensi tersendiri bagi perbaikan pendidikan di Indonesia.

    Pembangunan kepribadian dan karakter harus seimbang dengan pembangunan IQ

  10. 10 nuha April 2, 2008 pukul 9:34 pm

    we…ketemu lagi….aku belum selesai baca novelnya, cuma sampe bab4, lagi sibuk baca buku2 diktat utk persiapan skripsi..hehe…….

  11. 11 mybenjeng April 5, 2008 pukul 2:23 am

    @tumes-semut
    itu dulu…
    kalo sekarang, jangan deh…🙂

    @dadan
    saya baca buku ini berulang-ulang.
    semakin banyak hal baru yang saya temukan.
    pendiskripsian liarnya dengan memasukkan unsur biologi, fisikanya itu loh yang saya salut.

    @nuha
    moga2 skripsinya cepat selesai,
    biar laskar pelanginya cepat katam.🙂

  12. 12 KC24Evie Februari 16, 2010 pukul 7:28 pm

    Some students like to buy custom essay papers using the paper writing services close to this post.

  13. 13 Saung Web Maret 23, 2010 pukul 8:24 am

    Postingan yang bagus sob.. sangat inspiratif sekali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: