Gambling Pak Tani…

Di sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor tempat kerja, banyak tumpukan padi hasil panen petani, yang ditata sedemikian rupa hingga saking banyaknya seperti gunung-gunung kecil di pinggiran jalan. *halah*

Tumpukan padi yang masih nempel di tangkainya (jerami), siap digiling menjadi butiran gabah, yang selanjutnya diproses lagi untuk memecah kulitnya sehingga menjadi butiran-butiran beras yang siap untuk dikonsumsi.

Di daerah kami, setelah panen padi pada musim tanam pertama, maka sawah akan ditanami kembali dengan padi, lagi. Panen harus dilakukan dengan cepat, karena petani di daerah kami sangat bergantung air hujan. Curah air hujan akan berkurang pada pertengahan hingga akhir musim hujan, walaupun kadang air melimpah di awal musim kemarau, susah untuk dipastikan.

Kata pakde saya, musim tanam padi yang kedua, petani seperti berjudi (taruhan) dengan alam. Kalau air hujan melimpah maka petani panen raya, tapi kalau kemarau datang lebih awal maka padi akan kering sebelum sempat berbuah. Well, semoga jadwal turun hujan musim ini tidak kacau…🙂

7 Responses to “Gambling Pak Tani…”


  1. 1 peyek Februari 18, 2008 pukul 7:42 pm

    Hm… sayangnya, para pemimpin tak pernah menghargai keringat mereka dengan kejujuran, perkara bulog dan korupsi besar lainnya menjadi bukti yang tak bisa disangkal

  2. 2 Mybenjeng Februari 19, 2008 pukul 12:10 am

    @peyek
    Pakde saya yang petani bilang: tanam padi adalah deadline pagi ini. tapi kalo malam ini cucu pengen berbagi “presentasi” untuk masa depan yang lebih baik, kakek pasti siap bantu walau ga yakin juga pak tani bisa bantu apa…🙂

  3. 3 Watuitem Februari 19, 2008 pukul 2:59 pm

    SEMOGA SESUAI HARAPAN

  4. 4 akafuji Februari 19, 2008 pukul 3:15 pm

    maunya posting soal itu rek, tp kedisikan..
    hijau2 tanaman padi mmg setidaknya bisa menggugah selera utk bicara soal para petani kita, tp kiranya nasib mereka blum byk didengar oleh para penggede negara.
    bravo to you..

  5. 5 mybenjeng Februari 20, 2008 pukul 11:26 am

    @watuitem
    amin….

    @akafuji
    saya gak cukup pandai nulis berbagai hal, hanya pengen berbagi apa yang ada di sekitar saya. bravo juga, thanks…
    BTW, paktani lagi nunggu postingnya njenengan neeh…🙂

  6. 6 bloogmoo Februari 25, 2008 pukul 8:33 pm

    negeri ini dulunya memang surga yang namanya padi, dan sekarang surga korupsi dan surga nya perumahan, perumahan dimana-mana, saya jadi bosan melihat indonesia, saya hanya ingin melihat indonesia dulu, sawah dimana-mana, adem, hijau, komplit pokokny

  7. 7 mybenjeng Februari 25, 2008 pukul 10:58 pm

    @bloogmoo
    setuju om, jangan korupsi…
    bangun perumahan/pabrik dengan tata kota yang bagus, biar suasana hijau adem masih bisa kita nikmati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: