Oposan…

Menurut saya, diskusi (obrolan ringan atau berat) menjadi menarik jika ada dua wacana yang berbeda dalam satu masalah. Dan entah kenapa saya sering menempatkan diri untuk berseberangan dengan lawan bicara dalam suatu obrolan. Bukannya pengen sok beda, cari perhatian, dan sebagainya…

Walaupun sebenarnya dalam hati saya tidak selalu setuju dengan apa yang saya sampaikan dalam suatu diskusi. Tapi membuat cara pandang dan penalaran yang berbeda secara nggak langsung nambah input orang lain (bahkan kita sendiri) berpersepsi dalam suatu masalah lho…

Di komunitas warung kopi dan semacamnya, diskusi menjadi seru dengan selingan gojlokan (sindiran), walaupun kadang keluar dari konten. Harapan saya dalam diskusi dua arah semoga tumbuh pendidikan berdemokrasi, saling menghargai, dan nggak ada sakit hati…

Ah, saya jadi teringat seseorang yang paling susah untuk saya ubah cara pikirnya, Bapak saya… Dan itu tantangan tersendiri buat saya, dengan bahasa yang santun, bahasa sederhana mudah dipahami, dan yang pasti lebih dari satu alasan/wacana biar Bapak setuju dengan pendapat saya…

Ah, saya kangen bapak, atau kangen ngeyelnya ya (love u dad…)

0 Responses to “Oposan…”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: