Arsip untuk Kategori 'catatan'

Survei Vs Quick Count

Beragam komentar menanggapi hasil survei. Bagi wong ndeso, orang awam seperti saya, sangat susah untuk membandingkan akuratnya hasil survei, karena memang data pembanding resminya masih belum ada. Apalagi, katanya banyak survei yang tidak independen, yang tujuannya untuk menggiring oponi publik.

Saya mencatat beberapa hasil survei Capres RI 2009-2014, yang terutama waktu pengambilan sampel mendekati tanggal 8 Juli 2009. Berikut ini beberapa survei yang angkanya banyak berbeda, cukup membingungkan saya :)

  1. Indonesia Development Monitoring (IDM), 3 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 44,82%
    SBY-Budiono: 27,5%
    JK-Win: 12,6%
  2. Strategic Indonesia, 3 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 20,34%
    SBY-Budiono: 46,86%
    JK-Win: 32,46%
  3. Lembaga Survei Indonesia (LSI), 4 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 19,6%
    SBY-Budiono: 63,1%
    JK-Win: 10,6%
  4. Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), 4 Juli 2009.
    Mega-Prabowo: 22,25%
    SBY-Budiono: 51,95%
    JK-Win: 18,27%
  5. Institute for Nasional Strategic Interest and Development (INSIDe), 5 Juli 2009
    SBY-Budiono: 34%
    Mega-Prabowo + JK-Win: 29,4%
    Belum ada pilihan: 36,6%

Hasil survei yang mendekati hari pencontrengan, harusnya selisih suara tidak melebihi margin error.  Pengennya sih, semua lembaga survei mengumumkan hasil surveinya pada 8 Juli 2009, lalu kita bandingkan dengan data real count, atau paling tidak data quick count. Nah dari situ kita mengetahui lembaga survei yang paling kredibel.

Saran saya, sebelum mencontreng lebih baik melihat visi, program dan kebijakan Capres. Mengenai survei, sampeyan ndak usah ikut mikir, nanti malah tambah bingung. Biarlah survei-survei menjadi bagian proses demokrasi, yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim sukses untuk menyukseskan jago mereka.

Saya mengajak kepada anda semua, wong mBenjeng dan wong nggersik khususnya, ayo datang ke TPS, gunakan hak pilih anda dengan baik. Selamat mencontreng…. :)

Hamilton, The Champion

Kalau sudah takdir Lewis Hamilton, maka apapun bisa terjadi. Itu yang bisa saya ungkapkan ketika pembalap favorit saya menjadi juara GP formula 1 2008.

Di balapan terakhir dari delapan belas seri, pada lap terakhir dan tikungan terakhir pula, membuat saya dan penggemar F1 seluruh dunia sport jantung, terutama penggemar Ferrari dan McLaren. Bagaimana tidak, ketika Felipe Massa menyentuh garis finis, Hamilton masih posisi enam dan finis masih kurang tiga tikungan. Namun di tikungan terakhir Hamilton menyalip Timo Glock yang melambat karena masalah ban. Dan dengan hanya posisi lima, jumlah nilai hamilton unggul satu poin dari peringkat dua, yaitu Massa.

Well, Sedetik yang lalu kubu ferrari bersuka cita, namun sesaat kemuadian justru Lewis Hamilton membuat McLaren berpesta pora. Memecahkan rekor juara dunia termuda, dan juara dunia pertama dari kulit hitam.

Terima kasih Azrul Ananda, komentator F1 yang awalnya saya kenal suaranya di radio SSFM Surabaya, ulasannya tentang F1 di JawaPos yang menarik dan mudah dipahami yang selalu saya ikuti. Sehingga saya bisa tertarik dan menjadi salah satu penggemar formula 1. Walaupun sesungguhnya balapan ini tidak seatraktif GP motor atau superbike, namun entah mengapa saya lebih menyukai olahraga ini… :)

Voor 1/2…

Dini hari terjaga dari tidur, entah karena mimpi atau menyelesaikan urusan “arus bawah” ke kamar kecil, he2. Ketika tidur kembali, kadang susahnya minta ampun. Untungnya sekarang ada liga sepak bola Euro 2008, lumayan bisa menemani saya hingga tertidur kembali, atau bahkan hingga pertandingan usai.

Tip’s dari teman-tema penggila bola, supaya tetap melek waktu mengikuti pertandingan, pasang taruhan meski kecil-kecilan. Buat saya kalau yang bertanding bukan tim-tim favorit, biasanya sudah keburu ngantuk, apalagi kalau permainannya membosankan.

BTW, saya habis lihat Belanda melibas tim unggulan Italia 3 gol tanpa balas. Kayaknya tim asuhan Marco Van Basten favorit juara nih…

Nobar dan Sandal

“Benjeng nggak ndeso lagi lho, tapi sudah jadi kota, buktinya malam ini jalanan macet seperti di Surabaya”, celetuk teman saya. Iya, karena malam ini ada acara music dan nonton bareng (nobar) final piala liga champion 2008 di lapangan kecamatan. Macetnya karena antrian motor pengunjung yang akan masuk lokasi, dan trotoar sepanjang jalan ramai dijejali pedagang dan pembelinya.

Di dalam lokasi, di tengah lapangan berdiri panggung terbuka lengkap dengan peralatan musik dan sound system yang cukup memekakkan gendang telinga. Sekitar pintu masuk berjejer outlet-outlet sponsor acara ini: rokok, motor dan operator telepon seluler. Berjejer pula teratur penjual makanan dan minuman dan mainan anak-anak di pinggir lapangan. Sedangkan di tempat terpisah terpasang layar raksasa sebagai display LCD proyektor yang terhubung dengan chanel RCTI penyiar Liga Champion, sebagai puncak acara nobar.

Sebelum nobar yang dimulai dini hari, sedari petang penonton dihibur band-band lokal. Menampilkan kreatifitas bermusik anak-anak muda, dan suatu kebanggan bisa tampil di panggung menghibur penonton, meski hanya 2 lagu saja. Di ujung acara pertunjukan musik ditutup dengan bintang tamu, dari Benjeng juga, Kampoenk Rock dan band hiphop TNC. Salut buat anak-anak karang taruna desa Bulurejo, ibu kotanya Kecamatan Benjeng, yang selalu kreatif dan sukses meng-EO acara-acara seperti ini.

Namun ada yang bikin saya kecewa malam itu. Bukan kalah taruhan karena tim favorit saya kalah, tapi bubar nobar saya baru sadar kalau sandal jepit saya hilang. Huhh…, hancurit…! :)

update: Hancurit adalah kata umpatan dalam bahasa jawa (gresik), yang maknanya hampir sama dengan bangsat, keparat dan semacamnya…

Guci itu pecah, lagi…

Kalau saja guci pecah itu bisa kugantikan dengan guci lain. Dengan bentuk, motif bahkan merek (guci emang bermerk…? :) ) yang sama, maka akan kubeli lagi di toko dimana kau beli guci itu.

Namun guci itu adalah koleksi seni kita, indahnya tiada tara . Banyak lukisan indah perjuangan komitmen kita di sana.

Meski tidak mudah, akan kurangkai kembali pecahan-pecahan itu menjadi satu guci yang utuh. Semoga lebih bagus dan lebih kuat dari sebelumnya.

Guci kita pasti lebih indah, dan lebih tegar dari hempasan badai apapun, insya allah…

Halaman Berikutnya »