Menjelang datangnya hari raya idul fitri, umat islam Indonesia menyambut dengan meriah. Keluarga gembira bertemu kembali dengan saudara yang mudik ke rumah. Anak-anak bersuka cita dengan baju barunya.
Bagi warga Benjeng, Gresik, menjelang “riyoyo” (lebaran) ada tradisi prepekan. Tradisi ibu-ibu pergi ke pasar, belanja makanan dan segala keperluan untuk menyongsong datangnya lebaran. Mulai dari jajan lebaran, bandeng tinjo, baju baru untuk keluarga.
Waktu prepekan sangat terasa ketika menjelang 3 hari sebelum lebaran. Pasar tradisional penuh dengan pembeli. Ibarat kendaraan di jalan raya, situasainya padat merayap. Di dalam pasar semua orang saling berdesakan, senggal-senggol tidak terhindarkan. Namun mereka senang-senang saja, terutama anak-anak kecil yang akan dibelikan baju baru oleh ibunya.
Kalau anda lewat Pasar Benjeng menjelang hari raya, maka pada pagi hari arus kendaraan padat merayap. Prepekan telah menjadi tradisi membawa warga berduyun-duyun ke pasar, walaupun sekadar hanya jalan-jalan, merasakan hari prepekan itu sendiri. Karena setelah datang dari pasar, dan menceritakan suasana ramainya pasar kepada teman di rumah, bisa menjadi kebanggan tersendiri.
Tradisi prepekan riyoyo ini bisa diartikan sebagai kesibukan berbelanja untuk menyongsong datangnya Lebaran. Prepekan merupakan kebanggaan, karena pulang dari sana seakan-akan menjadikan kemantapan dalam menyambut datangnya Lebaran. Kira-kira kalau belum ke pasar di hari prepekan, belum afdol…

nek aku sing paling rame yo pasar bandeng, soale cedek karo omah. terus malam 25 nang giri.
gawe kabeh kru nggersik.com . sepurane sing akeh yooo, mugo-mugo sak marine posoan iki lan sak teruse dadi wong sing alim2, sing sugih2 duit .
amin ya robbal alamin
nea aku yo wong gresik tapi gk kpingn sogeh duit nemen2,seng penting barokah ,kepingin soge ilmu sing manfa at ae.