Menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI, warga desa mulai bersih-bersih memperindah rumah dan lingkungan desa. Kata Pak Lurah, nanti ada lomba kebersihan desa, yang menang dapat hadiah dari Pak Camat.
Jam 6 pagi Pak Bau (kepala dusun) bersama Pak Bayan (perangkat desa), menabuh kentongan menandakan perintah kepada warga agar datang berkumpul untuk menuju lokasi. Warga segera berduyun-duyun menuju lokasi kerja bhakti yang kemarin sore sudah di woro-woro Pak Bau pada waktu ngabani (pemberitahuan) dari rumah ke rumah warga.
Dengan membawa peralatan yang dibutuhkan, pacul, arit dan sebagainya warga sudah siap melaksanakan tugas. Krocokan atau glidhik (kerja bakti) pagi ini dimulai dengan membersihkan rumput liar yang tumbuh di badan jalan. Jalan desa yang berkubang diurug dengan sirtu (campuran pasir dan batu), dan batu-batu sebesar kepalan tangan di tengah jalan ditata sedemikian rupa agar tidak membahayakan pengguna jalan, sehingga bisa dilalui dengan nyaman.
Capek kerja bhakti, istirahat sejenak. Sudah disiapkan ibu-ibu air putih di kendi dan kopi panas, plus makanan ubi rebus. “Godho gedhang godho telo, titik edang podho kroso”, walau makanannya sedikit asal semua kebagian.
Setelah jalan-jalan sudah rapih dan bersih, agar tampak lebih cerah tidak kusam, maka perlu dilakukan pengecatan pagar rumah. Warga desa biasanya menggunakan enjet atau apu (kapur), yang dicampur dengan air secukupnya. Pengapuran di lakukan pada jaro (pagar rumah dari kayu/bambu), batang pohon di pinggir jalan desa, wuwung rumah, dinding rumah, tiang bendera, dan lain-lain.
Umbul-umbul dipastikan selalu menjadi ciri khas Agustusan. Agar nampak lebih meriah, hiasan gondal-gandul berwarna merah putih, atau warna ngejreng kertap-kertip (berkilau) turut menambah ramainya wajah kampung.
Dulur, saya sudah ngapur jaro, sampeyan bikin apa 17-an tahun ini?

cak, jenggote piye???
kentalnya suasana gresik ` an
@ilyas afsoh
iyo cak, lha ancene mbenjeng iku yo nggersik,
agutusan iki akeh tontonan. engko sore nontok grak jalan, biasane onok jepaplok, wah suenenge cak…
Serempak kompak. didesaku jugabegitu.
tapi kebetulan aku ga ikut kmarin.
sipp!!!
meriahkan HUT Kemerdekaan RI tercinta
hey benjeng tuh yang loe pasang fotonya sapa? jangan-jangan!??????
visit my blog http://tengah.wordpress.com
suasananya mantap, penuh dengan makna
kalo disini alias di hutan gak ada suasana yg begitu kerasa
habis upacara kembali bekerja dengan normalnya
blog walking
Ikut meramaikan warga sekitar saja.
Merdeka!
Jadilah warga desa yang baik..karena paling tidak cuma itulah kontribusi yang bisa kita berikan untuk desa tercinta.
semangat 17 an….sing penting guyub rukun gotong royong
Lek aku Mas ngecet dalan !