Dalam bahasa jawa, selapan berarti tiga puluh lima hari. Tradisi ini digunakan pada peringatan hari kelahiran. Setelah 35 hari dari hari H, maka diadakan perayaan dengan nasi tumpeng, jajan pasar dan berbagai macam makanan sebagi simbol dari makna-makna yang tersirat dalam tradisi jawa.
Namun dalam perkembangannya, saat ini selapanan sebagai ungkapan syukur atas kesehatan dan keselamatan bayi, diwujudkan cukup dengan nasi tumpeng beserta lauk seadanya. Kemudian mengundang tetangga kanan-kiri untuk kendurenan (selamatan), berdoa bersama-sama dan diujung acara, tumpeng dibagi rata untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Selapanan sebagai harapan orang tua dan keluarga agar sang bayi selalu sehat, jauh dari marabahaya. Semoga apa yang diharapkan bisa terlaksana, kabul kajate…
baca juga:
Tradisi Selapanan

Lagi mo ngadain selapan ya boz??
kowe kapan diselapani kang?
kabul kajate, amiiin,
setelah selapan jadi pribadi baru.
kira2 orang yang patah hati ada selapannyakah?
Amiiin.
selapanan ditempatku juga masih ada.
wah ini toh tradisi
salam semangat!
wah, selapn yak??
sekarang kita ada di bulan ke-selapan dalam tahun ini lho…..
*mencoba maen plesetan*
kalo kendurenan sing penting banjakane rek…gak ono banjakan gak rame…mas comment aku po’o
kabul kajate mas…
benjeng malih…. hehehe…
amiinnn..smoga doanya terkabul…eh mau bikin selapanan kan…?
met puasa cak
selapan tdk dilaksanakan gak apa apakan?
ow,,, dasar kafiruddin