Tradisi Nyekar
Juni 18, 2008 at 3:42 pm | In gresik, nggersik-an | 29 CommentsTerbangun lagi di tengah malam, kali ini karena mimpi bertemu almarhum bapak, tidak begitu ingat apa yang kami perbincangkan, hanya senyum beliau yang jelas terbayang.
Sudah lama tidak ke makam beliau, bahkan tradisi nyekar (ziarah) sambil membersihkan rumput-rumput liar di pusaranya menjelang lebaran kemarin tidak juga saya ikut, karena sudah diwakilkan kepada saudara sepupu yang lain. Duh, kebangeten tenan anakmu iki…
Padahal banyak orang yang tidak hanya ziarah ke makam keluarga atau nenek moyangnya. Mereka juga ziarah ke makam-makam keramat agar bisa membawa berkah pada hari tertentu, misal malam jum’at legi, malam jum’at kliwon dan hari-hari keramat lainnya. Tidak lupa sebungkus bunga ditaburkan di atas makam dan membakar kemenyan hingga harumnya menyengat, katanya sebagai persembahan bagi arwah.
Menurut saya pribadi, ternyata suasana kuburan yang sepi dan cenderung angker, sangat membantu sesorang semakin khusyuk dalam ritual doanya. Dan memudahkan konsentrasi sesorang dalam memperdalam ilmu-ilmu spiritual lainnya.
Ah, Bapak, maafkan anakmu yang nggak pernah taburkan bunga-bunga di pusaramu. Hanya sehabis sholat sesekali kupanjatkan doa untukmu. I miss u daddy…
29 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

yg penting nyekar bukan sarana untuk syirik kepada gusti Allah.
Komentar oleh Anang — Juni 18, 2008 #
iya… ada banyak orang jadi berbuat syirik
Komentar oleh rizoa — Juni 18, 2008 #
Sing sabar yo mas, Semoga Almarhum Bapak tenang dan amalnya diterima disisi-Nya.
Komentar oleh namakuananda — Juni 18, 2008 #
wah anak yang berbakti yo….
Komentar oleh dhany — Juni 18, 2008 #
Iya ga sih.. Kalo mimpi didatangin yang sudah meninggal artinya kita diingatkan buat nyekar..
hmmm….
Komentar oleh leah — Juni 19, 2008 #
Komentar oleh tintin — Juni 19, 2008 #
ingat leluhur ya Cak
Betul setengah bulan lagi rejeb
Bagaimana jika Sya`ban kita adakan silaturrahim bloger gresik di benjeng
temanya : Menyambut Ramadhan
Kutunggu jawabmu
Ya, sederrhana saja acaranya
Komentar oleh ILYAS AFSOH — Juni 19, 2008 #
waduh cak, walopun suasana kuburan yg sepi bisa bikin orang khusyuk…tetep aja syerem
btw yg penting jgn lupa selalu doakan orang tua cak
Komentar oleh Lintang — Juni 19, 2008 #
nyekar, harus punya 2 tujuan
1. mendoakan almarhumun
2. sarana untuk mengingat kematian
gak boleh ada tujuan lain.
Komentar oleh aliyulwafa — Juni 19, 2008 #
baca cerita anda sedih juga nih.pasti anda kangen bgt kumpul ma ayah.aq semakin bersyukur karena ayahku masih ada.semoga aq bisa lbh berbakti….amin.
mampir juga di blog.salam kenal dr banjarmasin.
oia, aq dulu sempat jalan2 di gresik.coz family q ada disono.
Komentar oleh anas — Juni 20, 2008 #
Kuburan itu angker? Ah, masa? Waktu di Solo, belakang rumah kuburan. Aku sering potong jalan, karena males muternya terlalu jauh.
Waktu tinggal di Perancis pertama kali, sebelah kamar kuburan juga.
Komentar oleh juliach — Juni 20, 2008 #
@ilyas afsoh
sekalian lebaran aja cak, teman-teman yang di luar gresik mudik semua…
Komentar oleh mybenjeng — Juni 21, 2008 #
kan yang penting doanya…..
nyekar aja tapi cuma asal dateg juga buat apa…..
Komentar oleh aze--- — Juni 21, 2008 #
subhanallah
tercermin bahwa kau anak yang baik
Komentar oleh achoey sang khilaf — Juni 22, 2008 #
sing sabar yo…..
eman nyekar itu penting….
tapi yang lebih penting keikhlaasan kita saat mendoakan beliau…
Komentar oleh anggaara — Juni 23, 2008 #
sing sabar yo mas!
Komentar oleh andy — Juni 23, 2008 #
wetonku malam jumat kliwon (kalo ikut org jawa sih)
kalo ikut bule apa ya?
arab? gmn lagi tuh?
Komentar oleh EMULTY — Juni 23, 2008 #
Kangen ma sosok pria pelindung kala kita kecil dulu ya om?
kita sering panggil-panggil sosok yang telah memberi darah pada tubuh, kala kita butuh bersanding tanpa tersadar itu pembelajaran guna hidup dikemudian hari..
lho kok malah gini yo?
Komentar oleh EMULTY — Juni 23, 2008 #
Yup.. Hal yang baik meluangkan diri untuk sekedar merenungi dan ingat kepada kematian sekaligus mendoakan bapak… semoga kita semua diberi tempat yang paling baik… amiin ya rabb…
Komentar oleh azaxs — Juni 23, 2008 #
semoga mendapat tempat yang layak disisiNya
Komentar oleh tony — Juni 23, 2008 #
boleh lah, saat lebaran
jadi temanya silaturrahim
Komentar oleh ILYAS ASIA — Juni 24, 2008 #
Ambil sisi baeknya aja ya.
Komentar oleh ubadbmarko — Juni 24, 2008 #
kadang tanpa sadar kita merindukan kehadiran seseorg, akhirnya trbawa mimpi
Komentar oleh gresikonline — Juni 24, 2008 #
aku terharu
Komentar oleh anakbangsa69 — Juni 25, 2008 #
wah. lama gak berkunjung di blog ini. Dah banyak tulisan baru…aku baru sempat baca 4 tulisan terakhir. Terus semangat nulis ya mas….Hidup Gresik…!!!
Hm…nyekar yah…. Nenekku sering nyuruh aku buat nyekar ke makam BoNyok tapi aku ogah cz jd sedih kl inget, hehe…, cukup pas hari raya aja, hm…minimal 2kali setahun lah….lagian bener, serem ah, hehehe….
Komentar oleh haSna- ^_^ — Juni 25, 2008 #
hayoo kuwi, Bapak ae iseh gelem ngilengno, mosok peno gak gelem nyekar?
Komentar oleh wier — Juni 26, 2008 #
*Jadi kepikiran sama rumah…*
Komentar oleh Arif Budiman — Juni 27, 2008 #
Itu berati bapaknya mas minta buat terus dikunjungi mungkin seperti itu !!!
Komentar oleh don45 — Juni 30, 2008 #
kita mmg hrs ingat dgn MATI by nyekar, HDP TERLALU pendek untuk sekedar having fun..huff
Komentar oleh akafuji — Juli 5, 2008 #