Nasi Krawu dan Sego Roomo
April 12, 2008 at 8:38 am | In gresik, nggersik-an | 17 CommentsKalau mampir ke gresik, selain beli oleh-oleh pudak, sempatkanlah untuk mencicipi nasi krawu. Bayangan anda krawu adalah nasi urap-urap, dengan lauk rebusan sayur-mayur dan bumbu kelapa parutan yang asin pedas plus gurih, ternyata keliru asumsi anda. Krawu menurut cerita berasal dari kata “krawukan”, artinya ambil nasi atau lauk dengan jari tangan langsung, tanpa alat bantu sendok atau lainnya.
Nasi krawu Gresik mirip nasi langgi, yang khas kota Solo, sama-sama didominasi unsur daging, klintrek-klintrek-istilah Umar Kayam untuk menggambarkan masakan yang penuh minyak, lemak atau kaldu. Bahkan lauk utama nasi krawu adalah daging dan jerohan sapi yang dimasak semur. Disajikan di atas daun pisang, nasi krawu dimakan bersama daging sapi yang disuwir-suwir, jerohan dengan sambal terasi pedas pekat, dipadu sambal dari parutan kelapa yang biasa disebut srundheng.
Khusus srundheng terdiri dari tiga macam. Yaitu krawu, abon dan mangot. Krawu berwarna merah pedas, abon berwarna kuning berasa manis. Sedangkan mangot adalah kelapa tidak diparut tetapi ditumbuk dicampur kluwak, rasanya gurih.
*Nasi Roomo
Nasi krawu aslinya bukan dari Gresik, tapi masakan khas Madura, namun di Madura sendiri hampir tidak ada lagi yang memasak nasi krawu. Sebagian besar pedagang nasi krawu berasal dari Madura, atau masih masih punya ikatan saudara. Sedangkan masakan asli bikinan orang Gresik jaman dulu adalah nasi Roomo. Roomo adalah sebuah wilayah di Kecamatan Manyar yang berbatasan langsung dengan wilayah Gresik kota.
Nasi Roomo, sebagian orang menyebutnya bukan nasi, tetapi bubur Roomo, atau sego Roomo. Hingga kini masih bertahan dengan kesederhanaan dan keterbatasan segmentasinya. Di dekat SDN Sukodono dan depan Pasar Karangpoh anda bisa mencobanya disini.
Menurut cerita yang berkembang, nasi ini ada karena pada zaman dahulu ada seorang wanita setengah baya yang kebingungan dalam menghidupi keluarganya sampai suatu ketika dia bertemu waliyullah yang menyarankan dia untuk “menjual desanya,” wanita ini faham dengan perkataan waliyullah tersebut kemudian dia menjual nasi aneh yang sekarang terkenal dengan nasi Roomo.
Bahan makanan dan penyajiannya menggunakan wadah yang khas. Nasinya disajikan dalam takir, wadah segi empat dari daun pisang yang dibuat dengan dua biting ditusukkan pada dua sisi yang saling berhadapan, setelah diratakan diberi bubur. Lauknya berupa sayur koya dan krupuk kulit sapi atau cecek.
Bagi yang belum pernaha merasakan, awalanya rasanya aneh dan neg. Tapi kalo sudah mencoba tiga-empat suap, maka rasa neg lambat laun berganti uenak pol dan gurih. Apalagi setelah menyantap koya, yang terbuat dari kelapa disangrai terus ditumbuk halus dengan bumbu rahasia, rasa gurih tak terhankan lagi. Pokoke maknyuss…
Sumber: Grissee Tempo Doeloe, Dukut Imam Widodo dkk.
17 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

gambarnya dong bro,,biar makin berselera nih untuk nyobainnya..
Komentar oleh ika — April 12, 2008 #
wah nasi krawu memang enak, di kertajaya situ banyak, ndak perlu ke gresik
tapi kalo di ponorogo, krawu itu artinya daun2 sayur yang dicampur dengan bumbu parutan kelapa..
Komentar oleh deteksi — April 12, 2008 #
Nasi krawunya sering makan biasanya buat sarapan pagi (dulu waktu masih di gresik ) tapi kalo nasi romoo belum pernah. sayur koya sayur apa yah
Komentar oleh leah — April 12, 2008 #
Waaah..
emang, makan nasi krawu psti inget gresik
Komentar oleh diorockout — April 12, 2008 #
Nasi romo apaan?
Komentar oleh andy — April 12, 2008 #
waaaa….laperrrr
Komentar oleh agus rest — April 12, 2008 #
sego roomo saya belum sempat ngicipin.
dimana lokasi penjualnya?
kalo sego krawu dan sego sambel, sudah ngicipin
eh, ngomong-ngomong sego sambel khas gresik juga khan ?
Komentar oleh dadan — April 12, 2008 #
aduh mas.. jangan ngomong soal makanan donk.. di sini di dubai nggak ada tuh.. jadi pingin nich… mas kudu tanggung jawab nich.. aku jadi ngidam masakan indo…. kirim donk by courir…
Komentar oleh franya — April 13, 2008 #
Insya Allah , ntar mampir kalo ke kediri
bole mampir ke rumahnya nda ya
makasih
Komentar oleh realylife — April 13, 2008 #
lonthong roomo, sarapan pagiku!
Komentar oleh peyek — April 13, 2008 #
insyaAllah klo mampir ke gresik aku mw nyoba..
Komentar oleh hanggadamai — April 17, 2008 #
bulikku jualan nasi krawu lho….sepupunya kakekku juga jual nasi krawu…so kalo ditawari kramu, aku rada eneg, bahkan bosen…tapi kalo kelaparan ya mau aja….
kalo nasi roomo….aku belum pernah nyoba tuh…
Komentar oleh nuha — April 18, 2008 #
krawu mbuk su dan bu ria. sarapan nikmat ketika bangun di hari minggu pagi (dibelikan sama ibu)
Komentar oleh reditya — April 25, 2008 #
dadi kangen mangan sego roomo, sego sing ndek nduwur’e diwenehi bumbu sing kentel koyo bubur, eehhmmm gurih, pedes. opo maneh ditambahi sambel & sayur “alur” sing biasane ono ndek galengan’e tambak. wuihhh ueeenaak tenan. mangan ambek keringet ndrodos seger rasane.
Komentar oleh aliyulwafa — April 27, 2008 #
Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://kuliner.infogue.com/nasi_krawu_dan_sego_roomo
Komentar oleh infogue — Agustus 7, 2008 #
cak sampeyan kleru cak, ceritane segoroomo iku gak ngono,aq dewe wong kono ae.
Komentar oleh guandi — September 28, 2008 #
Sego Roma [Bukan Rooma menulisnya] cerita asalnya bukan begitu [setahu saya].Dan tidak usah di mistik-mistikkan begitu.
Gresik itu daerah pantai, kalau udang, nyiur, itu barang yang melimpah. Sego Roma itu, adalah untuk sarapan pagi, tentunya dengan memanfaatkan nasi sisa semalam [sego wadang]. “Topping”nya adalah sayuran dari daun api-api alias bakau [sekarang karena mungkin susah maka dipakai daun singkong].
Kalau banyak yang menanyakan diberi koya [kalau orang Gresik menyebutnya POYA] yang diobuat dari kulit kelapa [kulit arinya] yang disangrai dan ditumbuk. {efisien dalam penggunaan bahan mentah].
Makannya dipincuk, pakai suru.
Kalau anak-anak [sampai orang tuapun] kalau membeli minta bonus berupa “LANGIT”, yaitu bagian yang agak mengeras di bagian atas bumbu yang di kendil.
Maaf ya, pak Dukut itu bukan orang Gresik asli, tetapi menceritakan Gresik koyok tahu-tahua. He he. Sori, karena banyak yang ngarang.
Kalau perlu lebih jelas lagi, lihat di ongkeksuling.wordpress.com
Yang jualan namanya [yang paling beken, sekarang sudah diteruskan oleh anaknya] bik Jamaah.
Komentar oleh S Sjaaf — Desember 30, 2008 #